Busana


Saya pernah berfikir tentang kepribadian seorang manusia dengan Tuhannya. Ketika itu saya melihat diri saya didepan cermin, saya tahu cermin tidak akan pernah berbohong dan mendustai tentang bentuk dan rupa saya secara pribadi, dan saya juga punya keyakinan bahwa semua orang akan berpendapat hal yang sama dengan saya tentang cermin.

Namun disisi lain saya melihat jika cerminan saya itu pasti adakalanya akan membohongi saya, dan mungkin bisa jadi juga tidak membohongi saya. Saya punya keyakinan jika utusan Tuhan yang saya jadikan cerminan hidup saya maka tidak akan ada ditemui disana kebohongan. Namun jika seorang artis, pemain olah raga dan lain-lain yang saya jadikan cerminan hidup saya, saya punya keyakinan kemungkinan besar saya akan terjerumus, saya katakanlah contohnya cara berpakaian, berapa banyak artis atau model yang mempromosikan cara berpakaian, dan berapa banyak pula manusia dimuka bumi ini yang mengikuti yang namanya trend, jika tidak diikuti maka orang yang terdekat dengannya akan mengatakan bahwa ia tertinggal, teringgal dengan kemajuan zaman.

Pertanyaannya adalah-

1-     Apakah cara berbusana Nabi sudah bisa dijadikan standart berbusana?

2-     Apakah busana para artis, model dan pemain olah raga sudah bisa dijadikan standart dalam hal berbusana?”.

3-     Apakah Tuhan pernah mengajari makhluknya cara berbusana?.

4-     Apakah manusia tahu mana busana yang layak pakai dan tidak layak pakai?.

5-     Siapakah tolak ukur dalam hal berbusana?.

6-     Salahkah jika kita mengikuti trend yang sedang berlangsung?

7-     Bagaimanakah cara berbusana yang sebenarnya?.

Mungkin semua pertanyaan-pertanyaan ini pernah terlintas dalam benak kita. Coba kita lihat busana orang timur dan barat, orang arab dengan jubahnya, namun sekarang sudah tidak terlalu banyak digunakan, sebab mereka beranggapan bahwa mereka tertinggal dengan negara yang sudah maju seperti barat dan sekitarnya. Sehingga ada istilah “Orang barat ke-arab-arab-an dan orang arab kebarat-baratan”.

Orang jepang masa dahulunya pakaiannya begitu sopan, busana orang jepang dahulunya jika kita lihat orang yang mengenakannya akan begitu berwibawa, baik yang wanita ataupun yang pria, begitu juga halnya orang arab. Namun semua itu hanya tinggal cerita, dan hanya segelintir orang yang menggunakannya.

Orang indonesia busananya dahulunya bisa kita lihat kedalam setiap suku, setiap suku memiliki busana tersendiri, namun bisa dikatakan begitulah busananya.

Sekarang sudah tahun 2011, dan orang bilang zaman sudah maju namun kebanyakan busananya busana edan kata orang yang beradab, sebab, budaya-nya sudah hilang, dan kita tidak tahu siapa yang mencuri budaya sopan itu. Busana orang-orang dahulu sudah tidak digunakan lagi, namun busana zaman sekarang entah darimana mereka dapatkan, masih lebih indah busana seekor ayam betina daripada busana seorang wanita zaman sekarang. Jika ayam dengan segala corak warna bulunya, maka wanita sekarang juga bisa dikatakan seperti itu. Bedanya adalah “Ayam tidak punya akal sedangkan wanita zaman sekarang punya akal”. Beda ayam dan wanita adalah: Ayam tidak menutup kemaluannya, sebab jika ditutup maka ayam jantan akan kebingungan mencarinya, sebab ayam tidak punya akal, bisa saja nanti ayam jantan mencari kemaluan ayam betina dikepalanya. Sedangkan wanita zaman sekarang menutup auratnya namun hanya sebatas kewajiban, sebab kewajiban itu hanya sebatas bagian payudara dan sejengkal dibawah pusat. Ada juga yang semuanya ditutup, namun tutupan itu membuat lawan jenisnya penasaran, bahasa istilahnya mungkin bisa dikatakan “Dibilang berbusana namun seperti tidak berbusana”. Ini adalah realita yang terjadi.

Allah sang pencipta alam dan isinya mengajarkan cara berpakaian kepada wanita, bunyinya: وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ Artinya: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. Annur: 31. Kenapa harus dada?, itukan pertanyaannya, sebab dadalah yang menonjol atau membusung kedepan, sebab zaman sekarang kita perhatikan bahwa wanita itu sangat suka memakai pakaian yang ketat sehingga dadanya membusung, sebab kalau tidak dibusungkan dadanya maka ia takut lawan jenisnya akan mengatakan bahwa ia tidak seksi. Kita coba perhatikan ayat ini:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Annur:31.

Iklan

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: