Hidayah


Hidayah. Apakah sebenarnya makna daripada kata ini?.

Setiap orang yang bertemu denganku akan mengatakan: Bersyukurlah kepada Allah karena anda sudah diberi hidayah.

Akhirnya akupun mencoba mencari arti kata tersebut dengan cara membaca buku-buku agama islam yang dikarang oleh orang yang dikategorikan ULAMA.

Ada yang mengatakan bahwa hidayah itu adalah: “Sesorang itu menerima Bimbingan dan Petunjuk dengan cara yang halus”.

Hidayah itu disandarkan kepada Allah, Rasul-rasulNya dan Al-Quran.

Kadang kala yang dikehendaki arti dari Hidayah itu adalah: “Menerima Kebaikan”. Namun secara makna, ini tidak disandarkan kepada Allah –S.W.T-. (By Sayid Thantawi).

Abu Hayyan mengatakan didalam bukunya Al-bahr: Kadang kala makna Hidayah itu التبيين (Penjelasan/keterangan/Tanda). Allah berfirman didalam surat Al-fushilat:17: وأما ثمود فهديناهم artinya: Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk. Makna hidayah didalam ayat tersebut adalah: Kami beri tanda kepada mereka menuju jalan kebaikan. Namun dalam bahasa indonesia hidayah itu diartikan petunjuk.

Selain tabyin, hidayah juga bermakna “Ilham”. Firman Allah didalam surat Thoha: 49-50. قال فمن ربكما يا موسى  . قال ربنا الذي أعطى كل شيء خلقه ثم هدى Artinya: Berkata Firaun: “Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?. Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk. Para ulama tafsir mengatakan: Semua makhluk hidup telah diberikan ilham yang sifatnya memiliki faedah/manfaat.

Selain tabyin dan ilham, hidayah juga bermakna doa, sebagaimana firman Allah didalam surat Arra`d: 7. ولكل قوم هاد Artinya: dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. Maknanya adalah doa.

Jika kita perhatikan dari awal hingga akhir ayat, semua kata-kata hidayah artinya sama semua didalam terjemahan bahasa indonesia, yaitu PETUNJUK. Namun ulama islam menterjemahkan makna kata HIDAYAH berbeda-beda.

Saya berfikir dan mencoba mengambil kesimpulan yang bersifat sepihak bahwa hidayah itu akan kita dapatkan dengan cara mencari tanda, mencoba memahami arti ilham dan jangan lupa berdoa. Jika saya renungi perjalanan hidayah yang saya dapatkan, saya sebenarnya sedih jika mengingatnya, sebab dasar saya mendapatkan hidayah dengan fikiran yang kotor, sebab saya membenci orang-orang islam dikarenakan mereka selalunya memperolok-olok agama saya yang dulu (Nasrani). Namun saya tidak bisa menafikan bahwa begitulah perjalanan mencari hidayah. Dari semenjak awal saya mengucapkan dua kalimah syahadat pada tahun 1997 bulan februari tanggal 27, hingga pada akhirnya saya harus mengulang lagi dua kalimah syahadat tersebut pada tahun 2009 setelah saya masuk fakultas Ushuluddin. Yang mana ketika saya difakultas Islamic law saya masih berkeinginan untuk kembali keagama semula. Sebab saya merasa terbebani dengan yang namanya HUKUM dan tidak memahami apa arti sebenarnya dari hukum Allah.

Perjalanan untuk mendapatkan hidayah yang sebenarnya, saya harus mengorbankan waktu yang begitu panjang dan menahan semua selera dan keinginan-keinginan manusiawi, seperti bermain, menikmati masa muda dan lain sebagainya. Sehingga pada akhirnya saya membuat pertanyaan sendiri didalam hati, apa pertanyaan itu?. Pertanyaannya adalah: Mengapa saya bertahan didalam agama islam?, dan untuk apa?. Pertanyaan ini saya jawab setelah melalui proses pemikiran yang panjang dan sangat memakan waktu, jawabanku adalah,: Saya bertahan dalam agama islam karna yang menghidupkan saya adalah islam, dan untuk kehidupan nanti juga islam yang akan menghidupkanku. Hidup untuk islam, dan islam untuk kehidupan nanti. Sebab islam yang mengajarkan cara hidup didunia, dan islam juga yang memberitahukan bahwa ada kehidupan setelah kehidupan didunia ini. Islam yang mengatur kehidupan dan bukan kehidupan yang mengatur islam.

Adapun aturan islam sudah mulai mendarah daging dalam kehidupan dan caraku berfikir, walaupun belum seutuhnya seperti yang dikehendaki islam. Saya menemukan kebebasan berfikir dengan aturan islam, perbedaan pendapat para ulama adalah nuansa keunikan dalam sytem keilmuan dan cara berfikir manusia-manusia yang beriman. Perbedaan bagiku adalah hal yang wajar. Sebab itu sudah sunnatullah, sebab manusia bukan robot. Jika aku menyakiti diriku sendiri, itu adalah dosa, begitu juga halnya jika aku menyekiti orang lain, bagaimana mungkin aku akan mengatakan bahwa mereka kafir dan lain-lain. Yang harus kufahami adalah: Apa hak dan kewajibanku kepada sesama muslim dan juga kepada sesama makhluk hidup. Dan aku tidak perlu berharap kepada mereka tentang hal hak dan kewajiban mereka terhadapku, yang penting kutunaikan hak mereka dan dan kulaksanakan kewajibanku kepada mereka. Sungguh indah hidup beragama, berkeyakinan dan berkebudayaan. Budaya islam akan terlihat dari orang yang meyakini islam dan beragama islam. Hanya coretan singkat, bukan kesombongan, semoga para Muallaf yang lain bisa berfikir positif tentang perpindahan agama. Agama bukan tempat untuk bermain-main, apalagi mempermainkan agama.

Orang beranggapan bahwa kapan saja bisa menukar agama, dan suku tidak bisa ditukar kapan saja. Namun hal ini sungguh ironis, sebab Agama tidak bisa ditukar-tukar jika agamanya adalah islam, namun jika agamanya nasrani, yahudi dan lain-lain kemungkinan besar bisa ditukar sebelum terlambat. Terimakasihku kepada Allah yang telah memberikan petunjuk kepada hambanya yang sholeh yang telah mengarahkan aku kejalan yang benar dengan cara apa yang dia miliki. Aku yakin, bahwa ia akan mendapatkan yang terbaik disana, yang meyakinkanku adalah agama islam dan bukan orang lain tentang hal ini. Ya Allah, lapangkan lah rezeki keluarganya, beri mereka kekuatan untuk istiqomah didalam beragama dan meng-ibadahimu. Ya Allah, masukkan ia kedalam surgamu, lapangkan kuburnya, janganlah engkau siksa ia karena kesalahanku. Amin. Muhammad Syafi`i Tampubolon. cairo 12 februari 2011.

Iklan

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: