FIRQOH ISLAM


SKETSA HISTORIS MUNCULNYA FIRQOH DALAM ISLAM
Sumber: ( Al-Madaniy )

Saya akan menulis sebuah catatan kecil yang ringkas dan padat mengenai Sketsa Historis munculnya Firqoh ( Sekte ) dalam Islam. Catatan ini Saya ambil dari berbagai buku dan literatur Aqidah dan Tauhid Turots ( Klasik ) dan Muashiroh ( Kontemporer ). Semoga catatan kecil yang ringkas dan padat ini bermanfaat bagi para Pembaca, Kaum Muslimin dan khususnya bagi Saya sendiri.

Salah satu diskursus paling krusial dalam Kajian-kajian keislaman adalah Pembahasan tentang konsep-konsep aqidah. Wacana yang biasanya lebih terfokus kepermasalahan teologis ini, Merupakan lahan kajian paling vital dalam rentang sejarah keilmuan didunia islam. Oleh karena itu, Kajian dititik paling dasar bagi keilmuan Islam ini sejatinya adalah Kajian diwilayah yang paling menentukan terkait dengan Dasar-dasar agama, Keimanan, Wawasan ketuhanan serta Konsepsi kenabian.

Seperti sudah kita ketahui, Bahwa Kajian-kajian aqidah dalam sejarah Umat Islam tidak hanya berkutat pada pendalaman Ajaran-ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah seputar aqidah, Akan tetapi juga selalu terkait dengan polemik antar sekte.

Ulama Aqidah sepakat bahwa Firqoh ( Sekte ) dalam Islam yang pertama kali muncul adalah Khawarij dizaman kekhalifahan Sahabat Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu Ta’ala ‘Anhu pada tahun 37 H, yang dimana mereka ( Khawarij ) keluar dari Imam Ali dalam permasalahan ” Tahkim ” ( Arbitrase ). Kemudian muncul dan tumbuhlah aliran Syi’ah diera yang sama, Dan Mereka ( Syi’ah ) berpandangan bahwa satu-satunya yang berhak untuk menjadi pemimpin adalah kalangan Ahlul Bait. Selain dua Sekte sempalan diatas, Maka di era akhir Sahabat zaman Kholifah Umawiyyah muncul juga sebuah firqoh baru dari Irak yang muncul di Bashrah yang dipelopori oleh Ma’bad Al-Juhaniy. Firqoh ini adalah Qodariyyah, yaitu yang mulai mengingkari keimanan terhadap takdir.

Setelah munculnya 3 aliran diatas, Maka muncullah aliran Murji’ah yang berpandangan bahwa yang disebut Iman hanyalah kepercayaan hati semata yang tidak harus digenapi oleh Amalan-amalan aplikatif, Sehingga seseorang yang telah percaya terhadap ketuhanan Alloh dan Kerosulan Muhammad adalah Seorang Mukmin penuh yang pasti masuk surga meskipun ia banyak berbuat maksiat. Lalu kemudian dari Bashrah muncullah sebuah Aliran baru yang dipelopori oleh Washil bin Atha, yaitu Firqoh Mu’tazilah. ALiran ini memiliki konsep ideologis yang menyerupai Khowarij, yaitu menganggap bahwa semua pelaku dosar besar itu akan kekal dineraka serta tidak pernah mendapatkan syafa’at. Hanya saja dalam ruang lingkup kehidupan dunia, Firqoh Mu’tazilah tidak memvonis pelaku dosa besar ini sebagai kafir dan tidak juga sebagai mukmin, akan tetapi ia berada diantara kedua posisi tersebut ( Fil Manzilah Bainal Manzilataini ).

Polemik aqidah tersebut mencapai puncaknya ketika dimasa akhir era Tabi’in, yaitu pasca ke khilafahan Umar bin Abdil Aziz. Maka pada masa ini muncullah Ja’ad bin Dirham yang menyuarakan penafian sifat-sifat Alloh, Kemudian Aliran ini digelorakan lagi dengan kuat oleh Jahm bin Shofwan didaerah Khurasan dengan sekaligus menafikan segala macam asma Alloh Azza wa Jalla. Oleh karena itu, Jahm bin Shofwan sebagai konseptor utamanya, Aliran ini dikenal dengan sebutan Jahmiyyah. Jadi, Sketsa historis urutan munculnya firqoh dalam Islam adalah :

1.) Khowarij.

2.) Syiah.

3.) Qodariyyah.

4.) Murji’ah.

5.) Mu’tazilah, Dan

6.) Jahmiyyah.

Firqoh Khawarij terkenal dalam permasalahan Tahkim ( arbitrase ), Syiah terkenal dengan permasalahan Kholifah dan Imamah, Qodariyyah dalam permasalahan takdir, Murji’ah dalam permasalahan keimanan, Mu’tazilah dalam permasalahan konsep ” Manzilah Bainal Manzilataini ”, dan Jahmiyyah dalam permasalahan Asma wa Shifat ( Nama dan Sifat ) Alloh Azza wa Jalla. Dan Setelah ke enam firqoh tersebut maka muncullah firoq-firoq yang lainnya, Seperti : Asy’ariyyah, Kullabiyyah, Jabariyyah, Musyabbihah ( Mujassimah ), Mu’aththilah, Muawwilah, Mufawwidhoh, Al-Lafzhiyyah, Karomiyyah, Dahriyyah dan Lainnya.

Katabahu Al-Fakir Ilalloh ‘Azza wa Jalla

Tuesday, 03 November 2009 M, 23:00 Night

أحب الصالحين و لست منهم……….لعل الله يرزقني صلاحا؟

حب الظهور يقصم الظهور……. و الإخلاص هو سر النجاح

REFERENSI:
1.) Imam Al-Lalikai, Syarhu Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Tahkik : DR. Ahmad bin Sa’ad Hamdan Al-Ghomidi, Dar Thoyyibah, Riyadh – Saudi Arabia, Cet. 9, 1426 H – 2005 M.
2.) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Majmu Al-Fatawa, Maktabah Al-‘Ubaykan, Riyadh – Saudi Arabia, Cet. 1, 1419 H.
3.) Abu Fadhl ‘Abbas Manshur, Al-Burhan Fii Ma’rifah ‘Aqooid Ahlil Adyan, Maktabah ‘Abdul Mushowwir, Kairo – Mesir, Cet. 1, 1425 H – 2005 M.
4.) DR. Muhammad Baa Karim Muhammad Baa ‘Abdulloh, Wasathiyyah Ahlis Sunnah Bainal Firoq, Dar Ar-Rooyah, Riyadh – Saudi Arabia, Cet. 1, 1415 H.
5.) Dan lain-lain.

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. ari
    Mar 29, 2011 @ 02:26:03

    Salam..
    Kupasan saudara masih terlalu umum. Jika ingin membincang firqoh awali dulu dengan hadis nabi bahwa umat akan terpecah pada 73 golongan. Lalu, apakah Anda sepakat bahwa 73 golongan itu termasuk firqoh yang Anda maksudkan atau tidak? Jika tidak, jelaskan di lain waktu 73 golongan itu. Jika sepakat baru Anda uraikan satu persatu

    Balas

    • batakmedan82
      Apr 01, 2011 @ 23:18:26

      Waalaikumsalam bang Ari :), terimakasih banyak sebelumnya karena sudah mampir ke blog saya :). Oh iya, ada benarnya usulan bang Ari, sebab segala sesuatu itu harus didasari dengan dalil :). Insyaallah jika nanti sudah saya baca bukunya dengan baik dan benar maka saya akan coba paparkan tentang Firqoh-firqoh yang ada dalam Islam :).

      Untuk sementara ini mungkin saya berpendapat bahwa Islam itu tidak ter-firqohkan, tapi, mungkin orang-orang yang beragama islam bisa jadi yang membuat islam itu seperti seolah-olah seperti berfirqoh-firqoh. Mungkin sudah Sunnatullah bahwa manusia itu memang begitu adanya :). ya katakanlah bahwa pemeluknya yg berbeda-beda dalam hal menilai satu sama lain :), namun untuk saat ini belum bisa saya uraikan dengan gambalng, sebab tulisan ini milik teman saya dikairo, tapi insyaallah akan saya coba teruskan. sebelumnya terimakasih banyak buat bang Ari. 🙂

      Balas

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: