Allah Bukan Yesus 2

Sambungan dari halaman 1

Quote :

2. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Allah,

Tanggapan 2a:

Sebaliknya Yesus Kristus tidak pernah berkata, “Aku bukan Allah.”

Yesus Kristus adalah Allah didukung oleh Alkitab.

* Titus 2:13
dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

* 2 Tesalonika 1:12
sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

* 2 Petrus 1:1
Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

* 1 Yohanes 5:20
Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Titus 2:13 itu menarik karena menulis bahwa Yesus Kristus adalah ‘TOU MEGALOU THEOU’, “Allah yang Mahabesar”.

Kita lihat naskah bahasa Aslinya sbb :

* Titus 2:13
LAI TB, dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,
KJV, Looking for that blessed hope, and the glorious appearing of the great God and our Saviour Jesus Christ;
TR, προσδεχομενοι την μακαριαν ελπιδα και επιφανειαν της δοξης του μεγαλου θεου και σωτηρος ημων ιησου χριστου
Translit interlinear, prosdekhomenoi {nantikan} tên makarian {yg penuh berkat} elpida {harapan} kai {dan} epiphaneian {penampakan} tês doxês {kemuliaan} tou {dari} megalou theou {Allah yang besar} kai {dan} sôtêros {Juruselamat} hêmôn {kita} iêsou khristou {Yesus Kristus}

Dari kaidah tata bahasa Titus 2:13, 2 Tesalonika 1:12, dan 2 Petrus 1:1 merujuk kepada pribadi yang sama. Aturan ini dikenal dengan istilah “Granville Sharp’s Rule”, bisa dibaca di granville-sharp-s-rule-vt2199.html

Quote :

bahkan dia menyebut Bapa sebagai Allah dan satu-satunya Allah yang telah mengutus dia. Lihat Yoh. 17:3.

Tanggapan 2b:

* Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Saya sudah menjelaskan pada Tanggapan 1 di atas, bahwa KeEsaan Allah adalah Esa yang multikompleks, Allah bukan manusia, Allah juga bukan seonggok batu. Hakekat Allah itu diluar pemikiran manusia, kita hanya bisa menjabarkannya sebatas kapasitas tempurung otak kita. Allah itu ber-otoritas, Ketika Allah memutuskan Ia menjelma ke bumi sebagai manusia, bukan berarti ada bagian dari diriNya yang berkurang atau bahkan hilang.

Mengenai Yesus diutus, tidak ada yang aneh bahwa Yesus Kristus yang kami imani adalah Allah, dapat diutus Bapa yang adalah Allah.
Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).

Bandingkan dengan :

* Yesaya 55:11
LAI TB, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
KJV, So shall my word be that goeth forth out of my mouth: it shall not return unto me void, but it shall accomplish that which I please, and it shall prosper in the thing whereto I sent it.
Hebrew,
כֵּן יִהְיֶה דְבָרִי אֲשֶׁר יֵצֵא מִפִּי לֹא־יָשׁוּב אֵלַי רֵיקָם כִּי אִם־עָשָׂה אֶת־אֲשֶׁר חָפַצְתִּי וְהִצְלִיחַ אֲשֶׁר שְׁלַחְתִּיו׃
Translit interlinear, KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} ‘ASYER {yang} YETSE’ {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO’-YASYUV {tidak ia akan kembali} ‘ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} ‘IM-‘ASAH {ia akan melaksanakan} ‘ET-‘ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} ‘ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}

Perhatikan bahwa “firman-Ku” itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata שלחתיו – SYELAKHTIV. Kata ini berasal dari kata שלח – SYALAKH, “mengutus”, seperti Nuh “mengutus” seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan “mengutus” malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata שלח – SYALAKH.

* Keluaran 3:14
LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus (SYALAKH) aku kepadamu.”
KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃
Translit interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} ‘ELOHIM {Allah} ‘EL-MOSYEH {kepada Musa} ‘EHEYEH {Aku akan ada} ‘ASYER {yang} ‘EHEYEH {Aku akan ada} VAYO’MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO’MAR {engkau harus berkata} LIVENEI {kepada anak-anak} YISERA’EL {Israel} ‘EHEYEH {Aku akan ada} SYELAKHANI {mengutus aku} ‘ALEYKHEM {ke atas kalian}

Bukankah Allah dapat “mengutus” firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas?

Yesus Kristus “diutus” Bapa, datang ke dunia dalam daging (inkarnasi) untuk melakukan misi penyelamatan bagi umat manusia, sama sekali tidak mengecilkan Hakikat Yesus sebagai Allah.

Quote :

3. Yesus adalah yang diurapi Allah berdasarkan Kis. 10:38. Apakah yang diurapi itu sama dengan yang mengurapi? Dan Roh Kudus sebagai “minyak”, apakah sama dengan yang mengurapi dan yang diurapi?

Tanggapan 3:

* Kisah 10:38
yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Roh Kudus yang sangat dekat dengan Kristus yang hampir tak dapat dipisahkan. Paulus bicara tentang ‘Roh Kristus’, ‘Roh Allah’, ‘Roh Kudus’ dan ‘Roh’ tanpa perbedaan:

* Roma 8:9
LAI TB, Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
KJV, But ye are not in the flesh, but in the Spirit, if so be that the Spirit of God dwell in you. Now if any man have not the Spirit of Christ, he is none of his.
TR, υμεις δε ουκ εστε εν σαρκι αλλ εν πνευματι ειπερ πνευμα θεου οικει εν υμιν ει δε τις πνευμα χριστου ουκ εχει ουτος ουκ εστιν αυτου
Translit Interlinear, humeis {kamu} de {tetapi} ouk {tidak} este {adalah} en {dalam} sarki {daging} all {melainkan} en {dalam} pneumati {Roh} eiper {jika memang} pneuma {Roh} theou {Allah} oikei {diam/ tinggal} en {dalam} humin {kamu} ei {jika} de {tetapi} tis {ada orang} pneuma {Roh} khristou {Kristus} ouk {tidak} ekhei {mempunyai} houtos {(orang) ini} ouk {tidak} estin {termasuk/ adalah} autou {dari-Nya}

bandingkan :

* 2 Korintus 3:18
LAI TB, Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
KJV, But we all, with open face beholding as in a glass the glory of the Lord, are changed into the same image from glory to glory, even as by the Spirit of the Lord.
TR, ημεις δε παντες ανακεκαλυμμενω προσωπω την δοξαν κυριου κατοπτριζομενοι την αυτην εικονα μεταμορφουμεθα απο δοξης εις δοξαν καθαπερ απο κυριου πνευματος
Translit Interlinear, hêmeis {kita} de {adapun} pantes {semua} anakekalummenô {(yang) telah disingkap} prosôpô {dengan muka} tên doxan {cahaya terang (lebih besar)} kuriou {Tuhan} katoptrizomenoi {(yang) memantulkan/ (seperti) melihat dalam cermin/ merenungkan} tên autên {sama} eikona {rupa (seperti Tuhan)} metamorphoumetha {kita sedang diubah (menjadi)} apo {dari} doxês {cahaya terang} eis {ke} doxan {cahaya terang} kathaper {(yang) dama seperti} apo {dari} kuriou {Tuhan} pneumatos {(yaitu) Roh }

Bandingkan pula dengan ayat yang menulis Kelahiran Yesus yang berasal dari Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Allah:

* Matius 1:20
LAI TB, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
LAI TL, Tetapi sedang ia berpikir demikian, kelihatanlah padanya di dalam mimpi seorang malaekat Tuhan, yang berkata, “Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maryam itu menjadi isterimu, karena kandungannya itu terbitnya daripada Rohulkudus.
KSI, Tetapi sementara ia memikirkan hal itu, malaikat Tuhan memperlihatkan diri kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut menerima Maryam sebagai istrimu, karena anak yang ada dalam kandungannya itu berasal dari Ruh Allah.
KJV ,But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Translit interlinear, tauta {(hal-hal) ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan,} idou {perhatikanlah,} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} honar {mimpi} ephanê {menampakkan dii} autô {kepada dia,} legôn {berkata,} iôsêph {Yusuf,} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa trakut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên gunaika {sebagai isteri} sou {mu,} to {(Anak yang)} gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi/ dilahirkan} ek {of, berasal dari, keluar dari} pneumatos {Roh} estin {yang} hagiou {Kudus}

“Yesus lahir dari Roh Kudus,” terjemahan ini agaknya sedikit kurang mengena, bandingkan dengan bahasa Inggris mempunyai kata yang sepadan : “gennêthen ek pneumatos estin hagiou” ; is begotten of the Holy Spirit;

Interlinear : gennêthen {IS BEGOTTEN} ek {OF} pneumatos {[THE] SPIRIT} estin {IS} hagiou {HOLY.}

Maka, secara kontekstual Matius1:20 mempunyai pengertian bahwa “anak yang di dalam kandungannya adalah Roh Kudus”

Hakikat Allah itu kompleks, pada saat Yesus dibabtis oleh Yohanes Pembabtis, Ketiganya nongol di depan umat ciptaanNya :

* Matius 3:16-17
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

NB: Sumber lihat dihalaman 1

Bersambung ketanggapan keempat

                                               (>>>(Halaman 2)<<<)

Iklan

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: