Allah Bukan Yesus 4

Sambungan Tanggapan 4-5

Quote :

6. Yesus adalah pembela orang beriman, maka ia berbeda dengan Allah, yang kepada Allah ia mengutarakan pembelaannya atas orang-orang beriman. Dan Yesus sebagai yang mati tentu berbeda dengan Allah. Lihat Roma 8:34.

Tanggapan 6:

* Roma 8:34
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Si penuduh tidak menyatakan isi ayat secara lengkap, Roma 8:34 memang menulis Yesus mati, tetapi ada kelanjutannya, bahwa Ia bangkit!

Yesus harus mati, karena kematianNya adalah kematian kurban, dan dari darah yang tercurah pengampunan dosa-dosa manusia dapat dilaksanakan. Karena Hutang Dosa harus dibayar dengan darah (kematian). Baca artikel di pengampunan-dengan-darah-vt215.html#p413

Kematian Kristus di kayu salib bukanlah suatu kekalahan, sebaliknya adalah suatu kemenangan! Dan tidak selama-lamanya ia mati sebagaimana manusia (debu kembali kepada debu), Ia bangkit, ke-4 Injil bersaksi tentang kebangkitan-Nya.

Roma 8:34 selanjutnya menulis “duduk di sebelah kanan Allah” bukan berarti ada 2 allah. “Duduk di sebelah kanan Allah” adalah suatu ungkapan alegoris, Kata “kanan” dalam penghayatan orang-orang Yahudi sering digunakan sebagai simbol kekuasaan. Duduk di sebelah kanan Allah adalah lambang dari kekuasaan Yesus sebagai pemegang otoritas keallahan sejati.

Selengkapnya baca artikel di yesus-di-sebelah-kanan-allah-vt541.html#p992

Quote :

7. “Kepala” Yesus adalah Allah, maka Yesus berbeda dengan Allah. Jika Yesus sama dengan Allah, maka semua perempuan = semua laki-laki = Yesus = Allah. berarti kita semua adalah Allah. Lihat 1 Korintus 11: 3.

Tanggapan 7:

Adalah penting suatu ayat dimengerti bahwa sebenarnya ada banyak ayat yang menyatakan Yesus Kristus adalah Allah dan ada banyak pula yang menyatakan Yesus Kristus manusia, dan keduanya tidak dapat digunakan untuk saling menyerang hakikat Yesus Kristus yang adalah Allah. Kita kaji ayatnya :

* 1 Korintus 11:3
LAI TB, Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
KJV, But I would have you know, that the head of every man is Christ; and the head of the woman is the man; and the head of Christ is God.
TR, θελω δε υμας ειδεναι οτι παντος ανδρος η κεφαλη ο χριστος εστιν κεφαλη δε γυναικος ο ανηρ κεφαλη δε χριστου ο θεος
Translit. interlinear, thelô {Aku ingin} de {tetapi} humas {kamu} eidenai {mengetahui} hoti {yaitu} pantos {(atas) setiap} andros {laki-laki} hê kephalê {kepala} ho khristos {Kristus} estin {adalah} kephalê {kepala} de {dan} gunaikos {(atas) perempuan} ho anêr {laki-laki} kephalê {kepala} de {dan} khristou {Kristus} ho theos {Allah}

“Kepala dari perempuan adalah laki-laki”. Sebuah dasar teologis untuk menetapkan pemakaian tudung. Kedudukan laki-laki sebagai kepala dapat ditelusuri kembali hingga kejadian 3:16 (penjelasan perikop ini bisa dibaca di Artikel Tudung Kepala Bagi Perempuan dan Rambut Pendek Bagi Laki-laki dalam Kitab 1Korintus)

Karena sebuah tradisi ditantang, Paulus harus memberikan pengajaran yang teguh mengenai hal ini. Ada sebuah perintah yang diberikan “Kepala dari tiap laki-laki ialah Kristus”. Disini dan ayat berikutnya “kepala” dipergunakan dalam pengertian simbolik, sementara ayat-ayat berikutnya kata ini mengacu pada kepala sebagai bagian dari tubuh. Sementara ‘kepala’, yang digunakan sebagai lambang, dalam bahasa Ibrani kadang-kadang dapat menunjukkan pemerintahan, pengertian yang biasa didalam bahasa Yunani, kata ‘kepala’ ini menunjuk pada bagian penting atau sumber dari sesuatu.

Kristus adalah ‘Kepala’ dari setiap laki-laki dalam pengeritian bahwa Dia adalah Pengantara dari penciptanya (lihat 1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16; Ibrani 1:2; 2:10). Kristus juga adalah Kepala dari Gereja karena Ia adalah Juruselamatnya (Efesus 5:23-27). Demikian pula, ‘kepala dari perempuan adalah laki-laki’. Sebuah terjemahan yang lebih baik adalah “laki-laki adalah kepala dari perempuan”. Karena Paulus tidak berbicara mengenai hubungan-hubungan didalam perkawinan, tetapi juga mengenai perbedaan yang jelas antara perempuan dan laki-laki di tempat umum di lingkungan persekutuan jemaat. Paulus tidak mengatakan suami adalah “boss” atau ‘tuan’ atas istrinya, atau bahwa laki-laki mempunyai kekuasaan yang lebih besar daripada perempuan. Bahwa ia disini berbicara mengenai kedudukan sebagai kepala sebagai sumber atau asal-usul tampak jelas dari 1 Korintus 11:8 yang mengacu kepada Kejadian 2:18-23 untuk memperlihatkan bahwa perempuan diciptakan dari laki-laki.

Akhirnya – frasa yang dipersoalkan – “Kepala Kristus adalah Allah”. Ini merujuk bahwa Kristus, Allah yang inkarnasi menjadi ‘Anak’ telah memberi teladan dalam pelayananNya di dunia ini bahwa keberadaanNya ada dibawah Sang Bapa. Yesus Kristus sebagai manusia, Ia taat kepada Bapa, bahkan taat sampai mati. Sebagai manusia Ia jelas dibawah Sang Bapa :

* Galatia 4:4-5
4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

* Ibrani 5:7-9
5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Disini Paulus menunjuk tentang kedudukan sebagai kepala untuk menunjukkan keunggulan atau kewibawaan yang lebih besar. Pengertian dimana Kristus “dibawah” Sang Bapa ditampakkan dalam :

* 1 Korintus 3:23
Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Dalam tugas yang diemban-Nya sebagai Juruselamat bagi seluruh umat manusia, Kristus adalah “Anak yang taat” yang dengan bebas dan dengan sukarela melaksanakan kehendak BapaNya. Demikian pula halnya para laki-laki harus melayani Kristus, yang adalah kepalanya, seperti hanya para perempuan dibuat untuk melayani laki-laki (1 Korintus 11:9). Dalam ayat ini disiratkan adanya sub-ordinasi pelayanan, yang berlaku bagi semua orang Kristen sementara mereka berusaha untuk saling melayani (Efesus 5:21)

Didalam ayat lainpun bisa kita temukan, dimana Yesus Kristus sendiri menyatakan

“Bapa lebih besar dari pada Aku” (Yohanes 14:28 )

Yesus mengungkapkan dan menerima peran “sub-ordinasi” — lebih kecil daripada Bapa –selama Ia ada di dunia ini. Ini semata-mata karena inkarnasi yang harus dialami oleh Yesus, ketika sosok manusia terbatas dengan kondisi kemanusiaan (lihat Filipi 2:6). Kepemilikan Yesus sama dengan kepemilikan Bapa (Yohanes 16:15; 17:10), tetapi untuk sementara waktu ke-Mahahadir-an dan Kemuliaan Yesus terselubung (Yohanes 1:14; 17:5). Ini merupakan alasan kita untuk bersukacita bahwa Yesus akhirnya kembali kepada kebesaran ke-Allah-anNya secara utuh, setelah tugasNya di bumi.

Quote :

8. Yesus adalah milik Allah. Yang Memiliki tentu berbeda dengan yang dimiliki. Lihat 1 Kor. 3:23.

Tanggapan 8:

* 1 Korintus 3:23
Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Ayat ini telah disinggung dalam Tanggapan 7 di atas, makna “milik Allah” adalah dalam konteks tugas yang diemban-Nya sebagai Juruselamat bagi seluruh umat manusia, Kristus adalah “Anak yang taat” yang dengan bebas dan dengan sukarela melaksanakan kehendak BapaNya. Dalam ayat ini disiratkan adanya sub-ordinasi pelayanan, yang berlaku bagi semua orang Kristen sementara mereka berusaha untuk saling melayani (Efesus 5:21)

Dalam ayat ini juga diajarkan bahwa setiap orang percaya adalah milik Kristus, bukan milik manusia tertentu misalnya (hamba Tuhan tertentu, pendeta tertentu, gereja tertentu) ini secara konteks merupakan teguran bagi para pengikut Paulus, Apolos dan Kefas (lihat 1 Korintus 3:4-9, baca di denominasi-vt252.html#p11698 ).
Semua orang percaya adalah milik Kristus yang tunduk kepada Kristus, sebagaimana Kristus telah memberikan teladanNya dalam masa inkarnasi-Nya di bumi, bahwa Ia tunduk kepada Bapa yang mengutus-Nya.

Quote :

9. Yesus berkata bahwa Bapanya lebih besar dari siapa pun. Dan Bapa lebih besar dari Anak. Maka Yesus bukan Allah. Lihat Yoh. 10:29; 14:28.

Tanggapan 9:

Yohanes 10:29, 14:28
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, “Bapa lebih besar daripada Aku” . Apakah ini berarti Yesus kurang daripada Tuhan?

Murid-murid meratap karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata ‘Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku’. Ini artinya Yesus akan kembali ke kemuliaan yang adalah milik-Nya.

Dalam Yohanes 17:5 Yesus berkata ‘Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada’, yang artinya ‘Bapa lebih besar dari Aku’.

Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.

Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :

* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Ketika saya berkata ‘Presiden Indonesia’ lebih besar dari saya, tidak berarti dia punya sifat/esensi lebih besar dari saya. Ia lebih besar dalam kapasitas politik dan sambutan publik, tetapi ia tidak lebih daripada saya sebagai manusia.

Andaikata saya naik ke mimbar dan berkhotbah dan berkata ‘Dengan sungguh sungguh saya menyatakan kepada Anda sekalian bahwa Bapa lebih besar daripada saya’, itu adalah suatu perkataan yang agak konyol karena semua orang tahu dengan jelas.

Pernyataan ini akan menjadi bermakna jika yang dibandingkan adalah 2 pribadi yang setara, dalam hal ini Yesus dan Bapa. Dalam hal ini justru jelas bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa.

Dan… sayang sekali kalau dalam membaca Yohanes 10:29 melewatkan 1 ayat sesudahnya, sbb :
Yohanes 10:30
LAI TB, Aku dan Bapa adalah satu
KJV, I and my Father are one.
TR, εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}

Bahasa Yunani Perjanjian Baru menggunakan tiga kata yang diterjemahkan dengan satu yaitu εις – heis (maskulin), μια – mia (feminin), dan εν – hen (netral).

Kata bilangan satu, dua, tiga, dan seterusnya menggunakan bentuk maskulin, heis, duo, treis, tettares, pente, dan seterusnya.

Jika ada nomina yang feminin, maka akan digunakan mia, duo, tria, tettara, tetapi tidak digunakan untuk menghitung secara berurutan, melainkan menerangkan kuantitas nomina yang feminin. Baik bentuk maskulin maupun feminin dapat diadakan operasi penambahan dan pengurangan.

Kata εις – heis yang maskulin dan μια – mia yang feminin ini dapat dibandingkan dengan kata Ibrani יחיד – YAKHID atau kata Arab WAHID.

Sebaliknya εν – hen yang netral senantiasa berhubungan dengan hakekat, natura, tidak pernah merujuk kepada satu oknum atau satu pribadi. Kata ini dapat pula dibandingkan dengan kata Ibrani אחד – ‘EKHAD atau kata Arab ‘AHAD (Esa).

The Orthodox Jewish Brit Chadasha (Perjanjian Baru Yahudi Ortodoks) menerjemahkan Yohanes 10:30 dengan, “I and HaAv are ECHAD.”

bandingkan dengan :

* Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SYEMA’ {dengarlah} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {(baca: Adonay), TUHAN} ‘ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {(baca: Adonay), TUHAN} EKHAD {esa}

• King James Version, “Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:”
• New International Version, “Hear, O Israel: The LORD our God, the LORD is one.”
• The Living Torah, “Shma Yisra’el Adonay Eloheynu Adonay Echad.” – “Listen, Israel, God is our Lord, God is One.”
• Tanach Stone Edition, “Hear, O Israel: HASHEM is our God, HASHEM is the One and Only.”
• The Orthodox Jewish Bible, “Shema Yisroel Adonoi Eloheinu Adonoi Echad.”

Yohanes 10:30 dari segi kaidah bahasa Yunani, menyatakan bahwa Yesus dan Bapa memiliki satu Dzat, satu Hakekat yaitu Allah. Konteks kata satu εν – hen untuk ayat diatas menunjukkan pernyataan Yesus adalah Allah, yang “satu” sama hakekat dengan Bapa yang dipertegas dengan pernyataan “εν εσμεν – hen esmen”. Kata Yunani εσμεν – esmen dalam Yohanes 10:30 adalah “to be” dalam modus indikatif, pernyataan fakta.

Ayat diatas lebih lanjut dipertegas dalam ayat-ayat :”Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9), dan “Akulah jalan dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6).

Oleh karena Yesus Kristus adalah Allah, dosa-dosa kita telah dihapuskan dalam darah Allah; hanya oleh darah Allah yang sempurnalah dosa-dosa kita dapat terhapuskan untuk memenuhi keinginan Allah yang suci dan benar. Dasar dari keselamatan kita adalah karya Yesus Kristus. Maka utamanya iman Kristen adalah berpegang pada satu jalan keselamatan yaitu melalui Kristus seperti tertulis pada Yohanes 14:6.

Bersambung ketanggapan kesepuluh

                                      (>>>(Halaman 4)<<<)

Iklan

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: