Allah Bukan Yesus 5

Sambungan tanggapan 7,8,9

Quote :

10. Yesus menolak untuk disebut atau disamakan dengan Allah berdasarkan Mat. 19:17, untuk lebih jelas lagi, lihat versi Inggris dari Alkitab. Itu pun kalau Anda percaya kepada Alkitab versi Inggris.

Tanggapan 10:

* Matius 19:17
19:17 LAI TB, Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
KJV, And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.
NIV, Why do you ask me about what is good?” Jesus replied. “There is only One who is good. If you want to enter life, obey the commandments.


TR, 19:17 ο δε ειπεν αυτω τι με λεγεις αγαθον ουδεις αγαθος ει μη εις ο θεος ει δε θελεις εισελθειν εις την ζωην τηρησον τας εντολας
Translit interlinear, ho {Ia} de {tetapi} eipen {Ia berkata} autô {kepada dia} ti {mengapa} me {Aku} legeis {engkau berkata} agathon {baik} oudeis {tidak ada} agathos {yang baik} ei {jika} mê {tidak} heis {satu} ho theos {(yaitu) Allah} ei {jika} de {tetapi} theleis {engkau ingin} eiselthein {masuk} eis {ke dalam} tên zôên {kehidupan (kekal)} têrêson {turutilah} tas entolas {perintah2}

Bandingkan :

* Lukas 18:18-27 “Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah”
18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18:19 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”
18:21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
18:27 Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Jawaban Yesus di ayat Matius 19:17 ini merupakan jawaban yang sulit untuk dicerna, seolah-olah Yesus menolak diriNya disebut baik. Siapapun akan tahu lawan kata baik adalah buruk/jahat. Apakah benar demikian?

Mari kita coba pahami apa maksud pertanyaan orang kaya tadi kepada Yesus. Bahwa Ketika dia melihat Yesus, dia tidak mengerti bahwa Yesus adalah Allah, tapi dia hanya melihat Yesus sebagai “guru”, dan oleh sebab itu, dia mengira Yesus adalah juga seorang yang baik (baca ayat Lukas 18:18) seperti pemahamannya terhadap dirinya sendiri yang sudah berusaha menjadi orang baik. Kemudian kita perhatikan jawaban Yesus yang juga merupakan pertanyaan balik di ayat 19 ; “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja”. Pertanyaan ini dilontarkan kepada orang itu sebab Yesus tahu bahwa orang ini tidak melihat-Nya sebagai Allah yang dapat memberikan kehidupan kekal yang Ia idamkan. Orang kaya itu tahu betul bahwa Yesus itu baik, tapi dia menyebut Yesus baik untuk alasan yang keliru. Orang kaya itu mengira Yesus itu juga baik sebagaimana dia baik karena menuruti hukum-hukum Allah.

Disini Yesus Kristus mengajarkan bahwa percaya pada kehidupan yang baik; atau melakukan perbuatan yang baik tidak akan memberikan kehidupan kekal. Dalam Yesaya 64:6 tertulis “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”. Sebab apabila untuk mendapat keselamatan didasarkan dengan perbuatan baik, untuk apa Tuhan Yesus datang?. Sejauh mana kebaikan manusia bisa meraih kehidupan kekal itu, jika kutuk dosa masih mencengkeram manusia.Sebab manusia akan tetap berada dibawah murka Allah (akibat dosa manusia pertama). Hal ini memang tidak semuanya diterangkan dalam satu perikop tersebut, tetapi kita tahu dari bagian-bagian lain dari Alkitab banyak menjelaskan; walaupun kita berusaha menjalani kehidupan sesempurna mungkin, namun satu dosa saja sudah cukup untuk membawa manusia ke dalam neraka selamanya. Jadi manusia itu benar-benar membutuhkan seorang Penebus. Yesus Kristus, Allah yang inkarnasi, datang untuk menebus dosa-dosa manusia. Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari kutuk dosa.

Yesus adalah satu-satunya cara pemecahan masalah dosa-dosa kita dan memungkinkan kita untuk mendapat kehidupan yang kekal seperti yang diharapkan oleh orang kaya itu.

Quote :

11. Yesus menyebut Bapa sebagai Allah berdasarkan Yohanes 20:16. Maka Yesus bukanlah Allah, mana mungkin Yesus adalah Allah sedangkan dia menyebut Bapa sebagai Allahnya, yang dia sembah, dan sebagai Allah Kristian. Bapa itulah -dan bukannya Yesus- Allah Kristian.

Tanggapan 11:

* Yohanes 20:17
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”
KJV, Jesus saith unto her, Touch me not; for I am not yet ascended to my Father: but go to my brethren, and say unto them, I ascend unto my Father, and your Father; and to my God, and your God.
TR, λεγει αυτη ο ιησους μη μου απτου ουπω γαρ αναβεβηκα προς τον πατερα μου πορευου δε προς τους αδελφους μου και ειπε αυτοις αναβαινω προς τον πατερα μου και πατερα υμων και θεον μου και θεον υμων
Translit interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} mê {janganlah} mou {Aku} aptou {engkau memegang} oupô {masih belum} gar {sebab} anabebêka {Aku naik)} pros {kepada} ton patera {Bapa} mou {Ku} poreuou {pergilah} de {tetapi} pros {kepada} tous adelphous {saudara-saudara} mou {Ku} kai {dan} eipe {katakanlah} autois {kepada mereka} anabainô {Aku naik} pros {kepada} ton patera {Bapa} mou {Ku} kai {dan} patera {Bapa} humôn {mu} kai {juga} theon {Allah} mou {ku} kai {dan} theon {Allah} humôn {mu}

Yesus Kristus ‘TIDAK’ berkata, “kepada Bapa kita, kepada Allah kita.” Karena -Ku dan -mu di sana mengandung pengertian berbeda. Dia adalah Firman Allah dan Dia kembali kepada kemuliaan-Nya semula.

Yesus menyatakan hubugan-Nya yang khusus dengan Allah Baoa. “Bapa-Ku” adalah bahasa ilahi; “Allah-Ku” adalah bahasa kemanusiaan. Memang benar Dia adalah Bapa dari umat yang percaya. Tetapi Tuhan Yesus tidak memakai ungkapan “Bapa kita”, karena sejak kekekalan Dia Bapa Tuhan Yesus, tetapi Dia baru menjadi Bapa bagi umat yang percaya sejak Tuhan Yesus menyatakannya dan para murid mengimaninya. Perbedaan “Bapa-Ku” dan “Bapa-mu” membedakan Yesus dari orang lain yang adalah anak-anak Allah. Jadi Yohanes 20:17 bukan berarti menunjukkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah.

Artikel terkait :
Yesus Kristus adalah Allah : yesus-kristus-adalah-allah-vt35.html#p80

Quote :

12. Allah itu tidak mati dan tidak tampak (1 Tim. 6:16; Yoh. 4:24), sedangkan Yesus adalah mati dan terlihat oleh manusia (Lukas 24:39).

Tanggapan 12:

* 1 Timotius 6:16
Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
* Yohanes 4:24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

versus
* Lukas 24:39
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”

—-
Allah itu Roh, Roh itu kekal. Allah dalam wujud Roh tidak akan dapat dilihat manusia. Tetapi Allah yang tidak dapat dilihat itu inkarnasi (manjadi daging) yang dapat dilihat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam ayat ini:

* Yohanes 1:18
LAI TB, Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
KJV, No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
TR, θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Translit interlinear, theon {Allah} oudeis {tidak satupun} eôraken {melihat} pôphote {pernah/ at any time} ho monogenês {yang tunggal / the only begotten} theos {Allah} huios {Anak} ho {who} hôn {adalah} eis {dalam} ton {the} kolpon {pangkuan (bossom) harfiah : dada} tou {of the} patros {Bapa,} ekeinos {Dia} exêgêsato {menyatakanNya}

Kematian Kristus selalu dipermasalahkan oleh para sinis sebagai suatu “kekalahan” Kristus, padahal sebaliknya, doleh kematianNya, kutuk dosa yang menimpa umat manusia dipatahkan. Dan tidak selama-lamaNya Yesus mati, Ia bangkit sesuai yang dinubuatkan-Nya bahkan dalam nubuat-nubuat yang telah tertulis dalam Perjanjian Lama.

Mengenai Kematian Kurban yang dilaksanakan Yesus Kristus, baca Artikel di kematian-martir-dan-kematian-kurban-vt475.html#p931

“Di pangkuan Bapa” (harfiah “di dada Bapa”) mengingatkan kita pada istilah yang dipakai dalam Yohanes 1:1 “bersama-sama dengan Allah” (harfiah: melekat/ sehakekat dengan Allah) :

* Yohanes 1:1
LAI TB, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
WH, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
Translit Interlinear, en {pada} arkhê {permulaan} ên {Dia adalah} ho logos {Firman itu} kai {dan} ho logos {Firman itu} ên {Dia adalah} pros {ke arah, (sehakekat melekat)} ton theon {Allah itu} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia adalah) adalah} ho logos {Firman itu}

Kemudian kata exêgêsato (menyatakan-Nya) dalam Yohanes 1:18. Menyatakan bahwa Kristus adalah wujud Allah yang dapat dilihat manusia secara daging. Jadi, Allah dapat dilihat manusia karena Dia sendiri yang menyatakanNya (di dalam daging/ inkarnasi) dalam Yesus Kristus.

Quote :

13. Hanya ada satu Allah, tetapi manusia menjadikan yang lain sebagai allah. Lihat 1 Kor. 8:5-6.Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, dan satu tuan (lord) saja, yaitu Yesus. [1Kor. 8:6]

Tanggapan 13:

* 1 Korintus 8:6
LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.
TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit interlinear, all {tetapi} hêmin {bagi kita} heis {satu} theos {Allah} ho patêr {(yaitu) Bapa} ex hou {dari-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} eis {di dalam} auton {Dia} kai {dan} heis {satu} kurios {Tuhan} iêsous {Yesus} khristos {Kristus} di {melalui} hou {-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} di {karena} autou {Dia}

Kalangan yang menolak keilahian Kristus mencoba menggunakan ayat ini dan menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Tuan), tetapi Dia bukan Allah.
Tetapi pertanyaannya sekarang, siapakah Allah? Siapakah Sang Pencipta? Apakah seseorang yang kurang daripada Allah sanggup mencipta sebagaimana Allah?

Rasul Paulus dengan jelas menyatakan pada ayat tersebut bahwa karena Yesus “segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”. Apakah pengertiannya bahwa Dia “kurang dari Sang Pencipta”?
Ayat di atas justru merujuk bahwa Dia adalah Sang Pencipta.

Bandingkan :

* Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Translit interlinear, panta {segala (sesuatu)} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho gegonen {(apa) yang telah jadi}

Sang Firman adalah Allah (Yohanes 1:1); tanpa Firman tidak ada suatu pun ada;
bandingkan dengan ayat-ayat ini :

* Mazmur 33:6
“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.”

* Mazmur 33:9
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

* Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Sang Firman itu inkarnasi menjadi manusia (Yesus Kristus):

* Yohanes 1:14
LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} kharitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}

Yohanes 1:3, Mazmur 33:9, Kolose 1:16 bersama-sama menulis kesaksian bahwa Sang Firman (Ho Logos) adalah sumber dari segala ciptaan. Ia adalah prinsip dari segala ciptaan.

Wahyu 3:14 memuliakan Kristus selaku Sang Pencipta atas makhluk-makhluk yang congkak dan kerdil, yang membanggakan dirinya sendiri. Ayat ini merupakan pendahuluan dari surat Kristus kepada Jemaat di Laodikia. Perikop ini (Wahyu 3:14-22) menuliskan celaan kepada suatu Jemaat yang tak ada bandingnya dalam PB yang memandang enteng karunia Allah.

Bersambung ketanggapan keempat belas

                                      (>>>(Halaman 5)<<<)

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: