Allah Bukan Yesus 6

Sambungan dari argumen 10,11,12,13

Quote :

14. Kekuasaan Yesus adalah pemberian, bukan dari dirinya sendiri. Lihat Mat. 28:18; 9:8. Yesus hanya manusia yang diberi kuasa. Keajaiban dan mukjizat Yesus adalah dari Allah, sebagaimana Yohanes juga telah mendapatkan keajaiban dan kekuatan dari Allah, bukan dari dirinya sendiri. Lihat Matius 21:23-27,12:28; Mark. 11: 27-33; Luk. 20:1-8; Yohanes 14:10..

Tanggapan 14:

Matius 28:16-18
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

28:18 LAI TB, Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
KJV, And Jesus came and spake unto them, saying, All power is given unto me in heaven and in earth.
TR, και προσελθων ο ιησους ελαλησεν αυτοις λεγων εδοθη μοι πασα εξουσια εν ουρανω και επι γης
Translit, kai {lalu} proselthôn {datang mendekati} ho iêsous {Yesus} elalêsen {Ia berbicara} autois {(kepada) mereka} legôn {Ia berkata} edothê {telah diberikan} moi {kepada-Ku} pasa {segala} exousia {kuasa} en {di} ouranô {langit} kai {dan} epi {di atas} gês {bumi}

Ayat ini bukanlah pengakuan Yesus bahwa Dia bukan Tuhan/ Allah. Nampaknya ada keragu-raguan di antara murid-murid (ayat 17), sehingga “Yesus mendekati mereka.” Yesus menjelaskan bahwa Ia telah menerima “kuasa” universal sebagai pemberian Bapa-Nya. Mesias telah menerima warisan-Nya, walaupun warisan-Nya belum mencapai kesempurnaan yang sepenuhnya karena Ia belum datang untuk kedua kalinya.

* Matius 24:30-31
24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Kuasa, kekuasaan atau otoritas berasal dari istilah Yunani εξουσια – ‘exousia’ berarti kuasa yang adil, sungguh, dan tak terhalangi bertindak, atau memiliki, mengontrol, memakai atau menguasai sesuatu atau seseorang. Kata kuasa yang lain dalam bahasa Yunani δυναμις – ‘dunamis’ berarti kekuatan fisik belaka, tapi ‘exousia’ berarti kuasa yang bagaimanapun juga adalah sah.
‘Exousia’ dapat menekankan keabsahan otoritas yang dipegang atau realitas kekuasaan yang sah. ‘Exousia’ kadang-kadang mengandung arti duniawi yang umum, tapi artinya biasanya bersikap teologis.

Alkitab yakin bahwa satu-satunya otoritas dan kekuasaan yang sesungguhnya adalah milik Allah pencipta. Otoritas yang dimiliki oleh manusia adalah pemberian Allah, dan kepada Dia, manusia harus mempertanggung-jawabkan penggunaan otoritas itu. Karena semua otoritas pada akhirnya terpulang kepada Allah, maka dalam segala bidang kehidupan, tunduk kepada otoritas yang sah adalah kewajiban religius, bagian dari pelayanan terhadap Allah.

Otoritas Allah adalah unsur dari sifat-Nya yang tak dapat berubah, universal dan kekal atas dunia ciptaan-Nya. Otoritas sebagai Raja Universal ini berbeda dari (walaupun asasi bagi) hubungan-Nya dengan Israel berdasarkan perjanjian, dengan mana Israel menjadi umat dan kerajaan-Nya, dan mewarisi berkat-Nya. Otoritas-Nya yang agung atas menusia mencakup hak-Nya dan kuasa-Nya yang tak dapat berubah untuk mengatur manusia menurut kehendak-Nya, ditambah dengan tuntutan-Nya yang tak dapat disangkal agar manusia tunduk kepada-Nya dan hidup untuk kemuliaan-Nya. Di seluruh Alkitab, realitas kedaulatan Allah dibuktikan oleh fakta, bahwa semua yang mengabaikan atau mencemoohkan tuntutan-Nya mendapat hukuman. Titah Hakim ilahi adalah “kata terakhir” dan dengan demikian otoritas-Nya sahih.

Pada zaman Perjanjian Lama Allah memberlakukan otoritas-Nya dengan perantaraan para nabi, imam dan raja. Masing-masing mengumumkan amanat-Nya, mengajarkan hukum Taurat, dan memerintah sesuai hukum tersebut. Mereka dihormati sebagai utusan Tuhan, yang telah mendapat kuasa dari Dia. Kitab Taurat yang tertulis diakui diberikan oleh Allah dan penuh otoritas, baik sebagai ajaran untuk mengajar orang Israel tentang kehendak Allah maupun sebagai kitab undang-undang yang menjadi dasar pemerintahan dan pengadilan-Nya.

Otoritas Yesus juga merupakan unsur kerajaan. Itu bersifat pribadi maupun resmi, karena Yesus adalah Anak Allah dan Anak Manusia, Mesias. Sebagai Manusia dan Mesias, otoritas-Nya riil karena diserahkan kepada-Nya oleh Allah yang atas perintah-Nya Ia lakukan pekerjaan-Nya. Sebagai Anak Allah otoritas-Nya riil karena Ia sendiri adalah Allah. Otoritas untuk menghakimi diberikan kepada-Nya, supaya Ia dihormati sebagai Anak Allah (sebab penghakiman adalah pekerjaan Allah), dan juga karena Ia Anak Manusia (sebab penghakiman adalah pekerjaan Mesias). Pendeknya, otoritas Kristus adalah kekuasaan Mesias yang ilahi: manusia-Allah, yang melakukan kehendak Bapa-Nya dalam kedudukan-Nya yang rangkap sebagai pelayan manusia, yang dalam diri-Nya padu jabatan nabi, imam dan raja, dan sebagai Anak Allah, turut menciptakan segala sesuatu dan berperan dalam seluruh pekerjaan Bapa.

Otoritas Yesus yang melampaui otoritas manusiawi diungkapkan dalam ajaran-Nya mengusir roh-roh jahat; dalam penguasaan-Nya atas angin ribut; pada penyataan-Nya mengampuni dosa (yang hanya dapat dilakukan oleh Allah, seperti diakui oleh orang yang berdiri dekat), dan bila ditantang, Ia membenarkan pernyataan-Nya. Setelah kebangkitan Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala ‘exousia’ di surga dan di bumi”, yaitu kekuasaan Mesianis meliputi alam semesta. Kekuasaan itu akan Dia gunakan untuk membawa orang yang terpilih ke dalam kerajaan keselamatan-Nya. Perjanjian Baru mengelu-elukan Yesus yang dimuliakan sebagai Tuhan dan Kristus, Penguasa ilahi atas segala-galanya, Raja dan Juruselamat umat-Nya. Inti Injil adalah perintah untuk mengimani Yesus berkuasa di surga dan di bumi.

Quote :

15. Yesus melakukan keajaiban-keajaiban dengan Nama Bapa, bukan dengan kekuatannya sendiri. Lihat Yohanes 10:25.

Tanggapan 15:

* Yohanes 10:25
Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

Baca selengkapnya Yohanes 10:22-30. Khusus pada ayat 25, Yesus Kristus tidak pernah mengatakan kepada orang-orang Yahudi secara luas bahwa Ia adalah Mesias, karena kata-kata itu pasti akan disalah-mengerti. Lihat situasi pada Yohanes 6:15. Dia tidak mau supaya mereka datang untuk “membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja”. Oleh karena itu, Dia tidak menyatakan diriNya sebagai Mesias dengan kata-kata yang terus terang sebaliknya Ia menyatakan bahwa Ia adalah “utusan” yang melakukan pekerjaan-pekerjaanNya dalam nama Bapa. Namun, bagi kita yang mengamini bahwa Yesus adalah Mesias kita dapat melihat bahwa mujizat dan ajaranNya sudah bersaksi bahwa Ia adalah Sang Mesias itu.

Sang Mesias adalah Allah sendiri, yang inkarnasi ke bumi. Yesus secara implisit pernah menyatakan ini kepada orang-orang Yahudi bahwa Sang Mesias itu bukan manusia biasa, sebab Daud sendiri yang menjadi nenek-moyangNya memanggil Sang Mesias itu “tuannya”

* MATIUS 22:41-46 Hubungan antara Yesus dan Daud
22:41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
22:42 “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”
22:43 Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 TUHAN telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”
22:46 Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

Mesias, lihat Markus 12:35-37; Lukas 20:41-44.
Yesus bertanya mengenai pandangan orang Farisi terhadap Mesias. Mereka menjawab secara benar bahwa Mesias adalah anak Daud (ayat 42).

Pertanyaan Yesus lebih lanjut dalam ayat 43-44 mengandaikan bahwa (sebagaimana yang diyakini orang-orang Yahudi pada zaman-Nya). Daud adalah penulis Kitab Mazmur, dibawah ilham Roh yang berisikan pernyataan kenabian mengenai masa depan (nubuat). Dalam Mazmur 110:1, Daud menunjuk kepada Mesias sebagai “Tuanku” :

* Mazmur 110:1
LAI TB, Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
KJV, The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
Hebrew,
לְדָוִד מִזְמֹור נְאֻם יְהוָה ׀ לַֽאדֹנִי שֵׁב לִֽימִינִי עַד־אָשִׁית אֹיְבֶיךָ הֲדֹם לְרַגְלֶֽיךָ׃
Translit, LEDAVID MIZMOR NE’UM YEHOVAH LE’ADONI SYEV LIMINI ‘AD-‘ASYIT OIVEIKHA HADOM LERAGLEIKHA

Mesias di satu pihak dinubuatkan sebagai keturunan dari Daud, namun dipihak lain Daud sendiri menyebut keturunannya itu “Tuanku”. Agaknya inilah yang susah dipahami oleh para ahli Taurat itu.

Jelas menurut Mazmur 110:1 Sang Mesias itu kedudukannya lebih tinggi daripada Daud, sehingga sebutan “Anak Daud” bukanlah sebutan yang layak untuk Mesias (lihat ayat 45).

Tetapi atas pertanyaan Yesus pada ayat 45 ini tidak bisa dijawab oleh orang-orang Farisi itu. Namun kami sebagai orang percaya, bisa mengerti dan faham akan konteks yang dipertanyakan Yesus itu. Bahwa Sang Mesias yang lahir dari Roh Allah, Dia adalah Allah yang “kenosis” atau “merendahkan diriNya” mengambil rupa seorang hamba dan menjadi serupa dengan manusia (Filipi 2:6-8 ), lahir dari anak dara Maria seorang keturunan dari Daud melalui Natan (Lukas 3:31), sehingga Ia-pun disebut “Anak Daud” (Keturunan Daud) :

* Matius 1:20
LAI TB, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
KJV, But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Interlinear, tauta {(hal-hal) ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan,} idou {perhatikanlah,} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} honar {mimpi} ephanê {menampakkan dii} autô {kepada dia,} legôn {berkata,} iôsêph {Yusuf,} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa trakut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên gunaika {sebagai isteri} sou {mu,} to {(Anak yang)} gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi/ dilahirkan} ek {dari} pneumatos {Roh} estin {yang} hagiou {Kudus}

* Lukas 1:35
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya, pneuma {Roh} agion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {engkau,} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau;} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} hagion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}

Demikianlah, kami umat Kristiani yang mengimani bahwa Yesus adalah Allah yang inkarnasi ke bumi bisa menjawab apa yang ditanyakan Yesus Kristus mengenai status Sang Mesias kepada para Ahli Taurat :
Bahwa Sang Mesias itu yang adalah Allah sendiri, telah merendahkan diriNya lahir melalui kandungan anak dara Maria, sehingga dalam hal ini Sang Mesias bisa disebut Anak/ keturunan Daud dan sekaligus bisa disebut Tuan-nya Daud.

Quote :

16. Doktrin yang diajarkan Yesus bukanlah berasal darinya, tetapi doktrin dari Allah yang mengutus dia. Yesus hanyalah utusan Allah yang mengajarkan doktrin dari Allah. Lihat Yohanes 7:16-17.

Tanggapan 16:

Yesus dalam masa Inkarnasi juga berperan sebagai Guru/ Pengajar. Dia boleh saja disebut “Guru” (Markus 5:35; 14:14; Yohanes 11:28 ) seperti halnya guru-guru Yahudi biasanya disapa ραββι – Rabbi.
Rabbi, arti harfiahnya ‘yang terunggul dari saya, suatu tanda penghormatan yang kemudian berarti ‘[guru] yang dihormati’. Bentuk sapaan ini diterapkan murid-murid kepada Yesus :

* Markus 9:5
LAI TB, Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
KJV, And Peter answered and said to Jesus, Master, it is good for us to be here: and let us make three tabernacles; one for thee, and one for Moses, and one for Elias.
TR, και αποκριθεις ο πετρος λεγει τω ιησου ραββι καλον εστιν ημας ωδε ειναι και ποιησωμεν σκηνας τρεις σοι μιαν και μωσει μιαν και ηλια μιαν
Translit, kai apokritheis ho petros legei tô iêsou rabbi kalon estin hêmas hôde einai kai poiêsômen skênas treis a soi mian kai môsei mian kai êlia mian

* Yohanes 7:16-17
7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

Yohanes 7:16 menuliskan, sesuai dengan kebiasaan seorang rabi, Yesus Kristus mendukung pernyataan-Nya dengan sumber ajaran yang berbobot. Dalam kasus ini sumbernya bukan seorang rabi yang terkenal, tetapi Dia (Bapa) yang telah mengutus Yesus Kristus. Kemudian ayat 17 menjelaskan lagi bobot dari ajaran Yesus ini. Apakah Yesus mengajar dari diri-Nya sendiri atau mengajar apa yang diterima dari Bapa-Nya. Dalam hal ini Yesus mengajarkan agar setiap orang tunduk pada kehendak Allah dan mengajar sesuai kehendak Allah, bukan ajaran yang dibentuk dari manusia sendiri. Dalam ayat 17 ini tersirat adanya suatu keraguan dari para pendengar Yesus Kristus: “Apakah Yesus layak mengajar mereka?” dan disini sebaliknya Yesus bertanya secara tersirat “apakah mereka layak untuk belajar?” Syarat ini perlu dipahami oleh para pendengar Yesus Kristus.

Mengenai Yesus Kristus yang “diutus”… tidak akan merendahkanNya sehingga Yesus bukan Allah, karena Allah dapat mengutus Allah sebagaimana telah dijelaskan pada awal tanggapan 2b di 45-argumen-allah-bukan-yesus-vt3297.html#p18384

Quote :

17. Yesus hanya mengikuti instruksi dari Bapa. Lihat Yohanes 8:28. Yesus hanya pesuruh Allah.

Tanggapan 17:

* Yohanes 8:28
LAI TB, Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
KJV, Then said Jesus unto them, When ye have lifted up the Son of man, then shall ye know that I am he, and that I do nothing of myself; but as my Father hath taught me, I speak these things.
Brit Hadashah, Then said Yeshua (ישוע) unto them, When ye have lifted up the BEN ADAM, then shall ye know that ANI HU, and [that] I do nothing of myself; but as My AVI hath taught Me, I speak these things.
TR, ειπεν ουν αυτοις ο ιησους οταν υψωσητε τον υιον του ανθρωπου τοτε γνωσεσθε οτι εγω ειμι και απ εμαυτου ποιω ουδεν αλλα καθως εδιδαξεν με ο πατηρ μου ταυτα λαλω
Translit Interlinear, eipen {berkata} oun {maka} autois {(kepada) mereka} ho iêsous {Yesus} hotan {apabila} hupsôsête {kamu meninggikan} ton huion {Anak} tou anthrôpou {manusia} tote {pada waktu itu} gnôsesthe {kamu akan tahu} hoti {bahwa} egô eimi {Akulah Dia} kai {dan} ap {dari} hemautou {(kehendak)-Ku sendiri} poiô {Aku melakukan} ouden {tidak satupun} alla {tetapi} kathôs {sama seperti} edidaxen {mengajarkan} me {Aku} ho patêr {Bapa} mou {-Ku} tauta {(hal-hal) ini} lalô {Aku mengatakan}

Yohanes 8:28 menggunakan kata ilahi εγω ειμι – egô eimi ; אֲנִי־הוּא – ANI HU, pernyataan bahwa Dia adalah YHVH. Yesus Kristus yang adalah Allah ini melakukan pengosongan diri (κενωσις – kenosis). Dalam masa κενωσις – kenosis ini, Ia ada dalam batasan-batasan inkarnasi. Dalam keadaanNya sebagai manusia Ia adalah “Anak” yang tunduk kepada Bapa dalam misi keselamatan kepada umat manusia :

* Filipi 2:8
LAI TB, Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
KJV, And being found in fashion as a man, he humbled himself, and became obedient unto death, even the death of the cross.
TR, και σχηματι ευρεθεις ως ανθρωπος εταπεινωσεν εαυτον γενομενος υπηκοος μεχρι θανατου θανατου δε σταυρου
Translit Interlinear, kai {dan} skhêmati {dalam wujud} euretheis {ditemui} hôs {sebagai} anthrôpos {manusia} etapeinôsen {ia telah merendahkan} heauton {diriNya} genomenos {menjadi} hupêkoos {taat} mekhri {sampai} thanatou {kematian} thanatou {kematian} de {yaitu} staurou {(di) kayu salib}

Kematian Anak Manusia, peninggianNya di kayu salib (bandingkan Yohanes 3:14, 12:32) akan membuktikan kebenaranNya, dalam arti bahwa kematianNya itu akan membawa pada kebangkitan dan kemuliaan akan mendatangkan pelayanan yang akan menobatkan. Beberapa orang pendengarNya ini menyadari bahwa klaim-Nya dengan kata “εγω ειμι – egô eimi ; אֲנִי־הוּא – ANI HU” yang diucapkan Yesus Kristus dengan tidak sembarangan ini, karena memang Dia-lah Allah!

Yesus Kristus memiliki banyak gelar, Dia adalah Hamba, Nabi, Rasul, Imam, Firman Allah, Anak Allah, Utusan Allah, Tuhan, bahkan Allah itu sendiri.

Bersambung ketanggapan kedelapan belas

                                            (>>>(Halaman 6)<<<)

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: