Allah Bukan Yesus 7

Sambungan tanggapan 14,15,16,17

Quote :

18. Hidup dan kuasa Yesus adalah pemberian Bapa. Yohanes 5:26-27.

Tanggapan 18:

* Yohanes 5:26-27
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Mengenai Yohanes 5:26, pernyataan yang sangat penting ini telah disebutkan secara sepintas dalam bagian pendahuluan, di :

* Yohanes 1:4
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Yohanes 1:4 menulis “Dalam Dia ada hidup.” Kepentingan pernyataan tersebut lebih nyata dalam konteks ini. Jika “Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,” maka percakapan Yesus dengan Nikodemus dan perempuan di sumur Yakub bukan omong kosong. Segala mujizat penyembuhan dan kebangkitan dangat wajar jika Yesus mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Menurut Yohanes 5:26 ini, hidup yang Yesus miliki adalah sama dengan hidup yang dimiliki Allah Bapa, yaitu hidup ilahi, hidup kekal.

Lanjut ke Yohanes 5:27, menurut pengertian orang Yahudi, “hanya Allah yang mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,” dan “hanya Allah yang dapat menghakimi.” Allah yang menentukan kebangkitan seseorang, Allah juga yang membangkitkan manusia.
Allah melakukan ini karena Yesus Kristus adalah “Anak Manusia.” Yesus dalam masa inkarnasi mendapat pula gelar sebagai “Anak Manusia” dalam arti bahwa Yesus adalah yang dinubuatkan dalam Daniel 7:13-14, dan karena Yesus Kristus sebagai manusia sejati, Dia layak menggenapi apa yang diperintahkan dalam Kejadian 1:26.

Yesus menyandang gelar “Anak Manusia,” walaupun demikian, hal tersebut tidak membatalkan ke-Allahan-Nya.

* Yohanes 3:13
LAI TB, Tidak ada seorangpun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.
KJV, And no man hath ascended up to heaven, but he that came down from heaven, even the Son of man which is in heaven.
TR, και ουδεις αναβεβηκεν εις τον ουρανον ει μη ο εκ του ουρανου καταβας ο υιος του ανθρωπου ο ων εν τω ουρανω
Translit, kai oudeis anabebêken eis ton ouranon ei mê ho ek tou ouranou katabas ho huios tou anthrôpou.

Penyebutan “Anak Manusia” dalam Yohanes 3:13, bagaimanapun merupakan suatu gelar yang ekslusif bagi diri Yesus Kristus dengan keterangan “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari surga”

Penggunaan kata ganti diri “Anak Manusia” adalah juga menunjukkan bahwa Ia juga menjalani tugas sebagai “Hamba YHVH” (Matius 12:18-21 yang adalah kutipan dari Yesaya 42:1-4). Kami mengerti hal ini dijadikan suatu penguat untuk menuduhkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah. Namun kompleksitas tugas yang tercermin dari gelar-gelar yang disandang Yesus, termasuk “gelar yang merendahkanNya” (misalnya, “Hamba” dan “Anak Manusia”) justru merupakan bukti yang gamblang bahwa Yesus tahu betul posisi-Nya dalam mengemban peranan seseorang yang datang untuk melayani dan memberikan nyawaNya, guna menjadi tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45, bandingkan dengan Markus 14:24; Yesaya 53:10-12). Dan itulah misi agung dari Allah yang merendahkan diriNya, “menjadi daging” (en-carne/inkarnasi menjadi manusia) menderita dan dibunuh demi dosa manusia (bandingkan denga Lukas 22:37, Yesaya 53:12).

Quote :

19. Pengetahuan Yesus bergantung pada Bapa. Lihat Yohanes 5:19-20.

Tanggapan 19:

* Yohanes 5:19-20
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

Yohanes 5:19 mencatat ucapan Yesus ketika Ia menanggapi tuduhan pendengarNya bahwa Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah. Yesus dalam bagian yang lain menyatakan bahwa Dia dan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30). Dalam Yohanes 5:19 menyatakan kesatuan antara Bapa dan Anak dalam istilah “melihat.” Persekutuan dan kesatuan itu begitu erat, sehingga tidak mungkin Anak pergi dan melakukan sesuatu yang lain daripada apa yang dikerjakan oleh Bapa. Dengan demikian ada unsur kerendahan hati dalam ayat ini, karena Sang Anak tidak langsung mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri. Ada satu klaim yang sangat luar biasa disini, yaitu: apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Sang Anak. Ayat ini bermakna bahwa Yesus Kristus melakukan pekerjaan Allah!

Sampai titik ini, sudah banyak yang dikatakan mengenai Yesus Kristus, antara lain: Dia Anak Allah, Anak Manusia, Anak Domba Allah, Mesias dan Juru Selamat Dunia. Dalam pasal-pasal di Yohanes terdapat banyak klaim ke-Allahan yang menggunakan istilah ilahi “Akulah” (“εγω ειμι – egô eimi ; אֲנִי־הוּא – ANI HU”). Istilah ini menekankan bahwa Yesus Kristus tidak menganggap diri-Nya “sebagai Allah lain yang harus disembah,” melainkan bahwa “Dialah Allah itu”

Lanjut ke ayat 20: Apa yang dikatakan apda ayat 19 adalah dimungkinkan sebab : “Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepadaNya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri.” Seluruh pelayanan Yesus Kristus dimungkinkan oleh kasih Bapa yang adalah satu dengan Sang Anak (Yohanes 10:30).
Dengan ini secara tidak langsung, Yesus Kristus berkata bahwa Dia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi. Ada dua kemungkinan mengenai ungkapan ini. Kemungkinan pertama, ungkapan tersebut merujuk kepada mujizat kelahiran baru dan kebangkitan pada kehidupan yang kekal. Kemungkinan kedua, mujizat kenangkitan orang mati, seperti Lazarus.

Kemungkinan pertama, ungkapan tersebut didukung oleh ayat 22, yang menyebutkan penghakiman. Tampaknya penghakiman yang dimaksudkan adalah penghakiman yang ada di akhirat, Pada waktu itu, mereka akan menjadi heran bahwa seluruh penghakiman diserahkan kepada Yesus Kristus.

Kemungkinan kedua didukung oleh ayat 21, yang tampaknya merujuk kepada kebangkitan dari antara orang-orang mati yang akan mereka saksikan, misalnya kebangkitan Lazarus dalam pasal 11. Mujizat itu mau tak mau membuat mereka heran.

Pekerjaan yang dilakukan Yesus adalah yang juga dilakukan Bapa. Yohanes 1:18 mengatakan “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya”. Dan ternyata dalam Yohahes 5:20 ini menguraikan bagaimana caranya Yesus Kristus “menyatakan” Allah Bapa. Maka kebenaran Bapa adalah satu dengan Sang Anak (Yohanes 10:30) tidak dapat disangkal.

Quote :

20. Yesus tidak menyeru manusia agar menghormatinya, tetapi agar menghormati Bapa. Lihat Yohanes 8: 49-50.

Tanggapan 20:

* Yohanes 8:49-50
8:49 Jawab Yesus: “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.
8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.
Yohanes 8:49, Yesus mengabaikan menghinaan yang pertama (sebutan “orang Samaria,” lihat ayat 48) dan menyangkal penghinaan yang kedua (tuduhan kerasukan setan). Sebagai orang yang menghormati Bapa, Yesus Kristus berbeda dengan orang yang kerasukan setan. Lain halnya apabila mereka tidak menghormati Yesus. Mereka tidak menghormati Dia yang menyampaikan perkataan yang Dia sampaikan dari BapaNya. Dengan demikian mereka menghina Yesus dan Allah Bapa.

Ayat 50 merupakan pernyataan yang dirasa sangat penting untuk disampaikan Yesus kepada para penuduhNya agar mereka tidak salah paham: Bahwa Yesus tidak mencari hormat bagi diriNya sendiri – Bapalah yang memberikan hormat bagi Dia dengan menetapkan Sang Anak sebagai sosok yang menjadi Hakim atas umat manusia. Secara keseluruhan Yohanes 8:49-50 menyatakan adanya kesatuan bahwa hormat bagi Anak adalah hormat bagi Bapa (bandingkan Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu)

Quote :

21. Yesus bukanlah Allah/Bapa. Sebab Yesus berkata: Jikalau aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapakulah yang memuliakan aku, yang mana kamu berkata: Dia adalah Allah kami. Lihat Yohanes 8:54. Yesus tidak merasa pantas untuk mengangkat dirinya. Akab tetapi dia tahu bahwa Bapa telah memilih dia. Yesus tidak mungkin Allah. Sebab Allah pantas untuk mengangkat dan mengagungkan dirinya sendiri.

Tanggapan 21:

* Yohanes 8:54
Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

Itulah sebabnya Yesus harus menanggapin pertanyaan para penuduhNya, bahwa Dia Yesus tidak “menyamakan diri-Nya” dengan orang, bahkan Dia tidak memuliakan diriNya sendiri. Justru Allah yang mereka anggap sebagai Bapa memuliakan Yesus Kristus. Kemuliaan yang Yesus Kristus miliki penting bagi Dia, karena kemuliaan itu berasal dari Bapa-Nya yang adalah satu dengan Dia (Yohanes 10:30).

Quote :

22. Yesus tahu bahwa ia datang bukan atas kehendaknya sendiri, dia adalah milik Allah, datang dari Allah dan kepada Allah ia akan kembali. Kita juga demikian, kita semua adalah milik Allah, dalam kekuasaan Allah, kita datang dari Allah, dan akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Lihat Yohanes 8:42; 7:28; 13:3. Adapun orang-orang durhaka dan ingkar, mereka adalah pengikut-pengikut Iblis. Mereka adalah anak-anak Iblis. Mereka adalah partai Iblis. Bukan partai Allah.

Tanggapan 22:

*Yohanes 7:28, 8:42, 13:3
7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Yohanes 7:28, bandingkan dengan Yohanes 8:19 Yesus Kristus menyangkal bahwa mereka (para penuduh) mengenal Dia, sehingga tampak dalam ayat ini Dia berbicara secara ironis, atau Dia memang sedang mengajukan pertanyaan kepada mereka. Dari satu segi mereka mengenal sosok Yesus Kristus, tetapi mereka hanya mengerti bahwa Dia orang yang dibesarkan di Nazaret. Tetapi dari segi yang lain mereka tidak mengenal Dia bahwa Dia berasal dari Allah Bapa di Surga, dan Dia sendiri adalah Allah. Maka jika mereka tidak mengenal Dia yang mengutus Yesus Kristus, mereka tidak akan mungkin mengenal Yesus Kristus sendiri yang datang atas kehendakNya.

Yohanes 8:42, bandingkan Yohanes 8:39, Yesus Kristus mengulangi perkataan yang dikatakanNya dalam ayat 39, tetapi dalam ayat ini Ia lebih spesifik. Bukan saja bahwa mereka tidak mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham, tetapi juga mereka tidak mengasihi Dia, padahal Dia ini adalah yang diutus oleh Allah Bapa yang datang dari Bapa sendiri yang adalah satu dengan Dia (Yohanes 10:30).

Yohanes 13:3, Yesus datang dari Allah dan kembali kepada Allah, hal ini menunjukkan bahwa Yesus sadar betul tentang status yang mulia yang Dia miliki. Hal ini tentu tidak dapat dipersamakan dengan “manusia yang mati kembali kepada Allah,” karena bagaimanapun kita adalah manusia biasa, tidak dapat dipersamakan dengan Yesus.

Yesus Kristus dalam masa inkarnasi memang sepenuhnya adalah manusia tetapi Dia tetap sepenuhnya adalah Allah. Yohanes 13:3 tidak menulis “ketidak berdayaan Yesus” sebagaimana manusia-manusia biasa, ayat ini justru menyatakan bahwa Yesus Kristus mengetahui akan kekuasaanNya dan asal-usul ilahi-Nya dan juga kepastian kepulangan-Nya kepada Bapa. Yesus Kristus tidak merasa hina untuk merendahkan diri-Nya (kenosis) melakukan pelayanan sebagai hamba. Inilah kesanggupan dari semangat Inkarnasi!

Quote :

23. Yesus menyangkal bahwa ia memiliki kemahakuasaan. Dia berkata: “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri.” [Yoh. 5:30]

Tanggapan 23:

* Yohanes 5:30
LAI TB, Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.
KJV, I can of mine own self do nothing: as I hear, I judge: and my judgment is just; because I seek not mine own will, but the will of the Father which hath sent me.
TR, ου δυναμαι εγω ποιειν απ εμαυτου ουδεν καθως ακουω κρινω και η κρισις η εμη δικαια εστιν οτι ου ζητω το θελημα το εμον αλλα το θελημα του πεμψαντος με πατρος
Translit interlinear, ou {tidak} dunamai {dapat} egô {Aku} poiein {berbuat} ap {dari} emautou {(kehendak)-Ku sendiri} ouden {apa-apa} kathôs {sesuai dengan (apa yang)} akouô {Aku dengar} krinô {Aku menghakimi} kai {dan} hê krisis {penghakiman} hê emê {-Ku} dikaia {adil} estin {adalah} hoti {sebab} ou {tidak} zêtô {Aku mencari} to thelêma {kehendak} to emon {-Ku} alla {melainkan} to thelêma {kehendak} tou pempsantos {Dia yang mengutus} me {Aku} patros {Bapa}

Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna.

Bersambung ketanggapan keduapuluh empat

                                        (>>>(Halaman 7)<<<)

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: