Allah Bukan Yesus 1

Ini saya Copy Paste dari website tetangga sebelah, sebab kupikir ini menambah wawasan (Mungkin), sumbernya ada dibawah.Judul: Tanggapan: 45 Argumen Allah Bukan YesusEngkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” (Yakobus 2:19 )

Quote :

1. Yesus dan Bapa adalah dua Pribadi, bukan satu pribadi; berdasarkan Yoh. 8:17-18.

Tanggapan 1a:

Allah bukan manusia, Ia sama sekali berbeda. Saya mengerti kalangan Saksi Yehovah menolak Doktrin Trinitas. Dalam hal ini saya tidak akan menjejalkan doktrin yang ditolak itu. Namun bagaimanapun pribadi Allah sama sekali berbeda dengan kita manusia. Saya meyakini keEsaan Allah yang multi-kompleks. Kata Allah dalam bahasa Ibrani אלהים – ‘ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.

Perjanjian Lama dan Baru keduanya mengajarkan Keesaan Allah. Ide ini berulang kali ditekankan dalam Kitab Suci seperti dalam Yesaya 45:18: “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit; Dialah Allah yang membentuk bumi dan menjadikannya; . . . Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain”.

Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu memiliki satu “hakekat” yaitu Allah.

* 1 Korintus 2:11
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Selanjutnya mari kaji bagaimana peranan “Firman” dan “Roh” Allah ini.

* Mazmur 33:6
LAI TB, Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
KJV, By the word of the LORD were the heavens made; and all the host of them by the breath of his mouth.
Hebrew,
בִּדְבַר יְהוָה שָׁמַיִם נַעֲשׂוּ וּבְרוּחַ פִּיו כָּל־צְבָאָם׃
Translit, BIDVAR YEHOVAH (baca: ‘Adonay) SYAMAYIM NA’ASU UVERUAKH PIV KOL-TSEVA’AM

Note:
Kata “nafas” diterjemahkan dari kata Ibrani “RUAKH”, harfiah Roh. Hal ini bermakna bahwa pada saat penciptaan, Allah melakukan hal itu dengan Firman dan Roh-Nya.

Di sini diungkapkan suatu paralelisme Ibrani, yang mengungkapkan suatu gagasan dengan dua cara, tetapi yang mengandung arti yang sama. Maka kalimat “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” mengungkapkan gagasan yang sama dengan “oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.” Dengan demikian “Firman TUHAN” (“DEVAR YHVH”) adalah sinonim dari “Nafas dari mulut-Nya.” (“UVERUAKH PIV”, harfiah “dan dengan roh mulut-Nya”).

Roh Allah adalah nafas Allah, atau asas hidup ilahi, yang dinyatakan di dalam karya-Nya yang dinamis, Roh inilah daya penciptaan Tuhan Allah yang menampakkan diri sebagai daya hidup dari firman Allah yang menciptakan. Maka Roh ini sama dengan jari Allah atau tangan Allah yang menjadikan alam semesta dengan segala isinya. Roh ini jugalah yang menjadikan manusia dapat diperbaharui hidupnya. Demikianlah Roh Allah adalah Tuhan Allah sendiri dipandang dari segi daya hidup-Nya yang dinamis, yang menciptakan, baik dunia maupun pembaharuan manusia.

Yesus Kristus adalah Sang Firman yang inkarnasi menjadi manusia (Yohanes 1:14). Di dalam Perjanjian Lama, firman Allah atau “DEVAR YHVH” adalah firman yang bekerja. Firman Allah adalah alat penyataan atau alat perkenalan Tuhan Allah, atau dapat dikatakan juga, bahwa firman Allah adalah wajah Allah yang diarahkan kepada dunia ini, atau segi Allah yang diarahkan kepada dunia ini. Bukankah dari firman dan karya Tuhan Allah itu kita dapat mengenal-Nya? Demikian juga, bahwa firman Allah tadi dihubungkan dengan penjadian dan pembaharuan penjadian ini.

Di dalam Injil Yohanes pasal 1, firman Allah ini dihubungkan dengan Yesus Kristus. Sebab di situ disebutkan, bahwa firman Allah itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah, tetapi kemudian telah menjadi manusia dan diam di antara kita, yang kemuliaan-Nya telah dilihat oleh Yohanes.

——

* Yohanes 8:17
8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”

Tanggapan 1b:

Seperti dijelaskan di atas, Allah bukan manusia, Ia sama sekali berbeda dengan manusia. Allah itu multi kompleks. Sang Firman nuzul sebagai manusia ke bumi, bukan berarti kemudian di Surga tidak ada Allah. Allah yang mengutus Sang Firman ini adalah Bapa, Sang Firman itu melaksanakan apa yang diutus Bapa. Olehnya Sang Pengutus inilah yang bersaksi kepada Yang Diutus. Yesus dalam ayat di atas sedang merujuk suatu hukum yang yang berlaku di kalangan Yahudi yaitu, Hukum Dwiganda Saksi

Yohanes 8:14, Yesus menjawab jawaban Dia sendiri adalah cukup sebagai suatu kesaksian. Dia menyadari benar kuasa-Nya sendiri, sehingga tidak perlu ada saksi lain diajukan di depan orang-orang Yahudi itu. Yesus berkata dalam kenyataan sesungguhnya bahwa Dia telah mempunyai saksi kedua, dan saksi kedua itu adalah Bapa. Bapa sebagai pihak Yang Mengutus memberi kesaksian atas otoritas yang tertinggi kepada Yesus dapat dilihat dalam berbagai hal di bawah ini:

1. Kesaksian Bapa ada dalam kata-kata Yesus. Tidak ada seorang pun dapat berkata-kata dengan hikmat kecuali Allah memberikannya pengetahuan.

2. Kesaksian Bapa adalah perbuatan-perbuatan Yesus. Tidak ada seorang pun dapat berbuat perkara-perkara yang demikian, kecuali Allah bertindak melalui dia.

3. Kesaksian Bapa ada di dalam akibat tindakan Yesus pada manusia. Dia mengerjakan perubahan dalam diri manusia yang jelas tidak mungkin dapat dikerjakan oleh kuasa manusia.

4. Kesaksian Bapa nampak dalam reaksi orang terhadap Yesus.

Sang Firman, sebagai Anak dalam masa Inkarnasi, Yesus Kristus berada di level lebih rendah, tetapi sebagai Allah, Dia memiliki hakekat yang sama dengan Bapa. Yesus Kristus pernah brkata “Bapa lebih besar daripada Aku” (Yohanes 14:28). “Lebih besar” di sini berbicara tentang ‘ranking’ dan “kondisi”, bukan tentang dzat atau hakekat (‘nature’). Kita pun lebih rendah ketimbang orang tua kita dari segi ‘ranking’, namun kita dengan orang tua kita sama-sama memiliki hakekat “manusia”. Namun demikian “ilustrasi kita dan orang-tua” hanyalah sebuah ilustrasi, bukan berarti dalam penjelasan saya ini mengarahkan kepada sesuatu pemikiran Politeisme, saya tidak mau kemudian kita berdebat pada bentuk ilustrasinya. Allah mempunyai kepribadian yang Kompleks yang diluar nalar manusia, saat ini Ia dapat berada di samping saya, mendengarkan doa saya, pada saat yang sama Ia berada di tempat lain mendengarkan doa/ memberikan mujizat atas doa orang-orang lain yang berseru kepadaNya.

Allah itu Maha dalam kepribadianNya dan sangat pribadi dalam keMaha-anNya. Kita hanya dapat memahami Allah sejauh yang dapat kita pahami, kita mengenal Allah dan menggambarkan Allah secara manusiawi (‘anthropomorf’), namun tentu saja Ia lebih dari yang dapat kita jabarkan dengan kata-kata. Ini ada contoh yang baik ; Raja Daud memaparkan pemahamannya terhadap Allah hanya sejauh yang bisa dipahaminya. Dan itu didapatkan dari pengalaman persekutuannya dengan Tuhan :

* Mazmur 139:1-24
139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.

139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.

139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,

139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

139:11 Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,”

139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

139:17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

139:19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah,

139:20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.

139:21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?

139:22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Pada dasarnya Allah adalah misteri tetapi sekaligus pribadi yang mudah diketahui dan dikenal. Pengetahuan dan pengenalan kita akan Allah itu terjadi sejauh Allah itu sendiri menyatakan diri-Nya kepada manusia. Jadi kalaupun manusia bisa mengetahui dan mengenal Allah karena Allah sendirilah yang memperkenalkan diri-Nya kepada manusia. Mustahil manusia mengetahui Allah dari daya pikirannya yang terbatas, karena Allah itu adalah tak terbatas dibandingkan dengan akal manusia yang sangat terbatas.

Bersambung ketanggapan kedua>>>(Halaman 1)<<<

Sumber: Klik aja

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: