Kisah


Mengapa Saya Berubah Ketika Membaca.

Dicopy dari FB teman, dan ditulis pada 27 Juni 2010 jam 18:22

Pertanyaan-pertanyaan orang tentang kemusliman saya
Orang: Bang Syafi`i, kenapa seorang muslimah ketika membaca Injil bisa seperti terhipnotis dan ingin meninggalkan agamanya dan ada keinginan masuk kedalam agama nasrani?

Saya: Baik, anda pernah membaca Novel, Komik, berita, dan laian2?.

Orang: pernah dan itu memang hoby saya.

Saya: Baik. Apa yang anda rasakan ketika anda membaca semua itu?.

Orang: Ya gitu, ketika saya membaca Novel yang sedih, saya bisa menangis, dan bahkan saya bisa berubah dalam waktu yang cepat. Ketika saya membaca Komik saya sering tertawa-tawa, sebab lucu. Ketika saya membaca sebuah berita, spontan saya memaki dan terkadang menyanjung.

Saya: Baik, ketika anda membaca Al-quran, apa yang anda rasakan?

Orang: Saya sedih.

Saya: bagaimana anda bisa sedih, sedangkan anda tidak tahu artinya.

Orang: Iya juga yah, tapi itulah saya.

Saya: Alasan anda kurang tepat, dan tidak bisa dijadikan sebuah argumen, apa mungkin anda membohongi saya?, biar anda dikatakan orang yang baik dalam membaca Al-quran?.

Orang: Hehehe. Ya gimanalah bang, namanya juga kadang-kadang aja baca Al-quran.

Saya: anda pernah membaca Injil atau Alkitab?.

Orang: belum. Belum pernah sama sekali.

Saya: baiklah, saya akan menjawab pertanyaan anda. Anda harus tahu, bahwa setiap tulisan-tulisan itu hidup dalam fikiran anda, sehingga bisa menyentuh hati anda. Jika tulisan-tulisan itu menceritakan sebuah kebenaran, niscaya anda akan membenarkannya. Hingga pada akhirnya anda akan menangis, tertawa dan lain-lain.
Tulisan-tulisan tentang kebenaran itu memiliki dua kategori:
1- Kebenaran yang terjadi pada masa lalu namun tidak bisa menceritakan kebenaran yang akan datang. (Datangnya dari Makhluk)
2- Kebenaran yang nyata, baik dahulunya dan yang akan datang. (Datangnya dari sang pencipta)

Saya sudah membaca Injil yang berbahasa Indonesia dan yang berbahasa arab. Injil banyak menceritakan tentang kejadian orang-orang terdahulu yang beriman kepada Allah dan orang-orang yang ingkar kepada Allah. Namun saya tidak tahu siapa yang memulai dan yang melantik Nabi Isa menjadi anak Tuhan.
Namun begitupun, wawasan saya bertambah tanpa harus berpindah keyakinan (Agama),.
Jika ingin membadingkan kitab-kitab Allah mana yang benar-benar dari Allah dan yang bukan dari Allah kita harus membaca semua kitab-kitab itu tanpa harus mencaci. Setelah kita membacanya dan memikirkannya, maka kita akan mendapatkan sebuah petunjuk. Hingga akhirnya kita akan memilih mana yang baik untuk kita, keluarga, masyarakat dan negara. Sebab agama dan negara tidak bisa dipisahkan, namun sekarang ini tidak ada negara yang beragama dan pastinya negara yah negara dan agama yah agama.

Orang: Bagaimana perasaan anda ketika anda sudah masuk Islam?

Saya: Bagaimana yah, Hmm…, sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin membalikkan pertanyaan anda, bagaimana perasaan anda sebagai orang yang keturunan dari nenek moyangnya muslim?.

Orang: Hmm…, sudah pasti saya merasa nyaman dengan agama saya Islam, lagian kan memang sudah agama turun temurun.

Saya: Saya yakin anda tidak menjawab dengan jujur, tapi anda menyembunyikan perasaan anda dengan ketidak nyamanan keyakinan anda sebagai seorang muslim.

Orang: Bagaimana anda bisa berkata seperti itu?.

Saya: Anda dan saya sama-sama Mahasiswa theology Islamic di Al-azhar University cairo. Saya tau anda dan anda tau siapa saya, baiklah, jika telefon anda berdering, dan anda angkat ponsel anda, anda akn terkejut ketika mendengar berita kematian ayah anda, ketika sebelum kejadian ini, anda merasa nyaman, tidak terusik, hingga anda merasakan sebuah kenyamanan, nah, saya yakin ketika anda mendengar berita itu keyakinan anda sebagai seorang muslim akan berubah walaupun perubahan itu sedikit, sebab anda akan shock, bingung dan lain-lain. Sesaat anda akan lupa bahwa status anda adalah mahasiswa theology islamic, Muslim dan anak Kiyai. Saya yakin bahwa pertama sekali yang anda lakukan adalah mencari uang kemudian menelefon saudara-saudara anda diindonesia. Padahal, jika anda merasa nyaman dengan perasaan anda sebagai seorang muslim tentunya anda akan mengambil air wudhu, kemudian sholat sunnah dan mendoakan ayah anda, benar tidak?.

Orang: Hmm…, anda benar, dan saya membenarkan itu, sebab ketika masalah ada perasaan kenyamanan saya terusik. Anda telah membuka hati saya dengan keyakinan saya sebagai seorang muslim yang keturunan Muslim.

Saya: Baiklah, saya akan menjawab pertanyaan anda tentang perasaan saya setelah saya muslim. Ketika saya beragama nasrani dari tahun 1982 hingga tahun 1995, saya merasa nyaman-nyaman saja, tidak ada masalah, tidak ada problem, sebab semua problem itu saya serahkan kepada Tuhan Yesus juru penyelamat manusia.
Namun ketika saya bergabung dan hidup dalam komunitas Muslim, saya mulai merasa keyakinan saya terusik, penyebabnya adalah: Mereka sering mengejek dan mengatakan saya bodoh karena mempertuhankan makhluk. Akhirnya semua ejekan dan hinaan yang mereka lontarkan membuatku berfikir dan terus memikirkan apa sebab-sebab yang membuat mereka mengusik ketenangan dan kenyamananku dalam agama nasrani.
Langkah awal yang positiv kupikir adalah masuk kedalam komunitas mereka (Muslim) dan mempelajari keyakinan mereka. Hingga pada akhirnya selama 7 tahun saya pura-pura Islam dan menjalankan semua kewajiban-kewajiban yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa ta`ala. Selama proses pembelajaran selama 7 tahun itu, saya pernah mendapat sebuah masalah yang saya pikir cukup membuat perasaan saya hancur, dikarenakan perceraian ibu dan ayah saya, kemudian adik-adik saya yang sudah tidak diketahui lagi dimana posisi sebahagian mereka dan entah apa yang sudah mereka lakukan pada saat itu.
Akhirnya saya pergi kegereja, dan disana saya memohon dan menangis agar Tuhan Yesus melepaskan beban ini dari hati saya, namun hari-hari berikutnya juga masih dalam kegelisahan. Hingga pada akhirnya saya mencoba sholat dua rakaat, dan saya berdoa, Ya Allah, ibu bapa dan adik-adik saya adalah makhlukmu juga, kalaupun engkau ingin mereka hancur dalam rumah tangga mereka, itu adalah kehendakmu dan saya tidak mampu melawan kehendakmu. Setelah itu hari-hari berikutnya hati saya mulai tentram, dan akhirnya saya mengulangi mengucapkan dua kalimat syahadat. Akhirnya saya putuskan saya menjadi seorang muslim yang baik dan benar dihadapan Allah, walaupun saya belum menjadi muslim yang baik dan benar dihadapan manusia.
Kesimpulannya adalah:

1- Anda akan merasakan perasaan anda akan nyaman dengan kemusliman anda ketika anda dalam masalah besar. Sebab islam mengajarkan untuk hidup selalu nyaman dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
2- Anda akan nyaman dengan kemusliman anda ketika anda nyaman-nyaman saja, artian katanya adalah: Anda tidak punya masalah. Ketika anda punya masalah anda akan lebih nyaman dengan keislaman anda ketimbang permasalahan anda, ketika anda tidak punya masalah pastinya anda terus tersenyum, namun ketika anda punya masalah, maka masalah itu akan merubah senyum anda, namun karena anda adalah muslim, maka kemusliman anda akan membuat anda selalu terus tersenyum dengan semua masalah-masalah kehidupan anda.
3- Islam adalah solusi, baik solusi kehidupan, kematian, kenegaraan, kemasyarakatan, kekayaan, kemiskinan dan keseharian. Sekian.
Ditulis oleh Muhammad Syafi`i tampubolon.
Nb: Tulisan ini adalah sebahagian realita dan kenyataan hidup yang dihadapi. Dan masih banyak lagi jika ingin diceritakan.

Iklan

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: