Pemimpin 3015


Pemimpin Indonesia 3015

By: Muhammad syafi`i Tampubolon

Sosok makhluk yang pertama sekali diciptakan dimuka bumi adalah Adam. Dari sisi ke-agamaan orang-orang menyebutnya dengan sebutan “Nabi Adam Alaihissalam”, adapun orang-orang secara umum mengatakan bahwa manusia yang pertama sekali menempati bumi ini adalah “Adam” dan istrinya bernama “Hawa”.

Namun ada teori baru yang tidak asing lagi dipendengaran kita yang sering diajarkan disekolah dasar hingga perguruan tinggi bahwa manusia itu berasal dari monyet, teori ini berasal dari seorang arkeolog Inggris yang bernama Charles Robert Darwin.

Secara nalar sehat, banyak orang-orang yang menentang teori Darwin, namun banyak juga orang-orang yang meng-amini teori beliau. Namun orang-orang tidak berani untuk menafikan bahwa manusia itu berawal dari Adam dan Hawa, sebab merekalah yang memperpanjang kehidupan ini melalui keturunan-keturunan mereka.

Orang-orang Atheisme memang tidak mengakui adanya sang pencipta, tapi mereka mengakui bahwa mereka sadar kalau mereka berawal dari keturunan Adam. Banyak sejarah-sejarah yang menceritakan tentang kehadiran orang-orang baik yang dianggap memiliki akal yang sehat untuk mengarahkan orang-orang yang berada dilingkungannya agar menghargai kehidupan dan berbuat baik serta saling menghormati sebagai sesama makhluk hidup.

Orang-orang yang memiliki keyakinan bahwa kebenaran yang sesungguhnya itu memang benar adanya mengakui keberadaan keduapuluh lima pemimpin itu. Begitu juga halnya orang-orang yang hampir mendekati kebenaran itu mengakui keberadaan para pemimpin yang ada diantara keduapuluh lima orang tersebut.

Orang-orang Israel, mereka mengakui bahwa Musa adalah pemimpin mereka, pemimpin itu membawa sebuah kitab pedoman yang bernama Taurat. Orang-orang Israel juga tentunya akan mengakui beberapa orang pemimpin diantara keduapuluh lima orang tersebut.

Begitu juga halnya orang-orang Nasrani mengatakan bahwa Isa adalah seorang pemimpin yang mampu merubah lingkungannya menjadi lingkungan yang memiliki peradaban cemerlang. Bukti kebenaran itu sudah berjalan sekitar 2011 tahun. Pemimpin itu membawa sebuah kitab pedoman yang bernama Injil. Tentunya para pengikut setia-nya akan mengakui dan membenarkan beberapa nama pemimpin yang disebut-sebut didalam kitab pedoman itu. Contohnya seperi Daud, Salomon (Sulaiman) dan lain sebagaianya.

Orang-orang Islam tentunya mengakui bahwa Muhammad itu adalah seorang pemimpin yang memiliki kitab pedoman yang bernama Al Quran, kepemimpinan itu sudah dapat dirasakan hingga saat ini, sebab telah berlalu hingga sekarang sudah 1432 tahun, atau 2011 tahun. Para pemeluk Islam lebih mengakui keberadaan keduapuluh lima pemimpin pilihan itu daripada pemeluk keyakinan yang lainnya. Cara berfikir orang-orang islam itu sungguh cemerlang, sebab mereka selalu menggunakan bukti-bukti nyata dan argumentasi yang begitu kuat, sehingga lawan bicara mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab lawan bicara mereka tidak memiliki argument yang lebih kuat daripada argument-argument yang digunakan oleh para pengikut islam.

Adapun argumentasi yang digunakan oleh para pemeluk islam itu adalah Al Quran dan perkataan Muhammad S-A-W. Mereka mengakui dan meyakini sebenar-benarnya bahwa Al Quran itu adalah ucapan sang pencipta, dan bukan ucapan manusia, begitu juga halnya bahwa perkataan pemimpin mereka itu ada campur tangan sang pencipta alam ini.

Namun orang-orang yang sentimentil mengatakan bahwa Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran itu adalah perkataan mereka, dan bukan perkataan sang pencipta yang dititipkan melalui tangan-tangan mereka. Bahkan orang-orang itu mengatakan bahwa para pemimpin itu adalah tukang sihir, tukang pembual dan perusak alam. Namun kebenaran itu tinggal sejarah, seperti dongeng-dongeng pengantar tidur dimalam hari.

Kalaupun seumpama mereka hadir dan dihidupkan kembali pada saat ini, kemungkinan besar juga akan mengalami hal yang sama dengan sejarah-sejarah yang telah lalu, yang percaya tetap percaya, yang ingkar tetap ingkar. Sebab kebenaran dizaman sekarang ini adalah sebuah kebohongan yang tidak diakui lagi, namun hanya segelintir orang saja yang bisa mengerti dan memahami semua itu, namun kebohongan telah menjadi sebuah kebenaran dizaman ini, mereka hadir dengan sifat-sifat sosial mereka yang tinggi, kepedulian yang menjanjikan walaupun hanya sesaat dan itu dipenuhi dengan perjanjian sumpah taat dan setia untuk mendapatkan surga-surga yang mereka buat.

Pemimpin Pertama Dunia

Adam, tidak asing lagi nama ini ditelinga manusia dari zaman dulu kala hingga saat ini, dan bahkan mungkin hingga dunia ini berakhir. Wakilnya adalah seorang wanita yang bernama Hawa, rakyatnya adalah anak-anaknya. Ada yang mengatakan bahwa Adam dilemparkan kebumi ini karena melakukan sebuah kesalahan, itupun dikarenakan tidak mematuhi perintah Allah sang pencipta alam yang nantinya menjadi tempat Adam dan keturunannya. Sejarah itu mengatakan bahwa Adam tergoda dengan rayuan yang bakal jadi wakilnya nanti dibumi, pada dasarnya, Adam dan Hawa adalah sosok makhluk yang patuh kepada Allah, namun ada makhluk asing yang menggoda Hawa untuk tidak mematuhi perkataan Allah, makhluk itu dinamai dengan Iblis. Iblis menggoda Hawa, Hawa menggoda Adam. Maka ketiga makhluk ini dilemparkan oleh Allah kebumi namun ketiga makhluk ini memiliki dunia masing-masing.

Hawa dan Adam pada masa itu bisa melihat wujud Iblis dengan bentuk yang lain dan aneh, sebab wujudnya tidak sama dengan mereka berdua, kadang kala iblis itu berbentuk fisik hewan. Namun anak-anak Adam tidak bisa melihat wujud Iblis tersebut melainkan dengan izin Allah. Dikarenaka Iblis telah menempati dunia-nya  yang baru, dunia yang tidak menyenangkan, sebab dunianya yang dahulu lebih mengasikkan daripada dunia-nya yang baru, oleh karena itu Iblis sangat dendam kepada Adam, Hawa dan keturunan meraka hingga dunia ini menutup mata nanti kelak. Iblis dan keturunannya tidak bosan-bosannya mengoda keturunan Adam agar selalu ingkar kepada Allah, dari ujung rambut hingga ujung kuku Iblis bertuliskan kebencian kepada yang namanya manusia.

Ada sejarah yang mengatakan bahwa Allah punya tujuan tertentu dengan semua skenario yang diciptakannya kepada Adam, sebab Allah ingin menjadikan Adam dan keturunannya kelak menjadi pemimpin yang akan mempertanggung jawabkan kepemimpinannya serta Laporan Pertanggung Jawaban-nya nanti didepan Allah S-W-T.

Selama Adam menjadi seorang pemimpin bagi keluarganya, ia juga melihat dan merasakan kebejatan anak-anaknya. Adam hanya ……

Bersambung.

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: